SPPG Didorong Pasok Kebutuhan MBG dari Produk Lokal

Senin, 19 Jan 2026, 03:06 WIB

BANDA ACEH - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memasok kebutuhan untuk program Makanan Bergizi (MBG) dari produk lokal, bukan dari luar ­daerah.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sanjaya mengatakan pasokan kebutuhan MBG dari produk daerah setempat untuk mencegah uang program tersebut beredar ke daerah lain.

Ket. Foto: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sanjaya (tengah). — Sumber: Antara

“Program MBG tidak hanya untuk pemenuhan gizi anak-anak penerima manfaat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu daerah,” katanya di Banda Aceh, kemarin.

Ia mencontohkan kebutuhan telur untuk program MBG di Kabupaten Pidie dengan angka Rp100 miliar per tahun. Jika telur dipasok dari luar daerah, maka uang Rp100 miliar tersebut hanya beredar di luar Kabupaten Pidie.

“Begitu juga dengan kebutuhan lainnya, jika masih dipasok dari luar daerah, tentu yang rugi daerah tersebut, karena tidak mampu menyediakan pasokan kebutuhan pokok dari daerah sendiri. Dan ini tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah tersebut,” katanya.

Sony Sanjaya menyebutkan di Aceh ada sebanyak 553 unit SPPG dengan pekerja mencapai 28 ribu orang lebih. Sedangkan penerima manfaat program MBG di Provinsi Aceh mencapai 1,7 juta orang.

Apabila diasumsikan biaya MBG 10 ribu rupiah per orang, kata dia, maka pemerintah mengucurkan dana di Aceh 17 miliar rupiah lebih setiap hari.

Limbah dan “Food Waste”

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengingatkan bahwa Program MBG harus berjalan proses produksinya selaras dengan upaya mitigasi pencemaran, pengendalian food waste, dan perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“KLH ingin memastikan program Pak Prabowo ini benar-benar bisa berhasil, bisa memberikan gizi yang baik untuk seluruh anak bangsa tetapi juga dengan cara yang tidak merusak lingkungan, jadi saya rasa kita harus melakukan pembangunan dan dorong prinsip keberlanjutan,” kata Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz, beberapa hari lalu. Ant/S-2

  • Dapur SPPG

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.