Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Ketegangan Dagang, Ancaman Tarif Trump Guncang Pasar

Senin, 19 Jan 2026, 17:35 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan seiring mencuatnya ancaman tarif impor 10 persen dari Donald Trump terhadap Eropa.

Sentimen ini langsung memicu kekhawatiran pasar global, mendorong investor bersikap lebih defensif dan kembali memburu dolar AS.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Muhammad Adimaja

Dampaknya, mata uang negara berkembang—termasuk rupiah—ikut terseret, meski faktor domestik relatif tidak banyak berubah. Situasi ini menunjukkan bahwa gejolak global masih menjadi penentu utama arah rupiah.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin (19/1), bergerak melemah 68 poin atau 0,40 persen menjadi Rp16.955 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.887 per dolar AS.

Pengamat pasar mata uang dan aset digital Ibrahim Assuaibi menganggap pelemahan ini dipengaruhi ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencana Washington mengakuisisi Greenland.

“Trump mengatakan AS akan mengenakan tarif 10 persen pada barang-barang dari negara-negara yang terkena dampak mulai 1 Februari, dengan tarif tersebut akan naik menjadi 25 persen pada bulan Juni jika tidak ada kesepakatan yang tercapai,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Negara-negara yang menjadi target ialah Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia

Pengumuman tersebut menuai kritik tajam dari para pejabat Eropa dan meningkatkan kekhawatiran akan sengketa perdagangan transatlantik yang lebih luas.

Mengutip Anadolu, Dewan Eropa akan menggelar pertemuan luar biasa dalam beberapa hari ke depan untuk membahas rencana Trump memberlakukan tarif yang dikaitkan dengan Greenland.

Pelemahan rupiah turut dipengaruhi keraguan para investor apakah Federal Reserve akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.

“Kontrak berjangka dana Fed saat ini telah menunda ekspektasi pemotongan suku bunga berikutnya ke bulan Juni dan September dari perkiraan sebelumnya di bulan Januari dan April. (Ini menunjukkan) pandangan bahwa bank sentral AS dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama,” ujar Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.935 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.880 per dolar AS.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.