Partai Berkuasa Janji Akhiri Konflik dengan Kamboja

Senin, 19 Jan 2026, 02:40 WIB

BANGKOK - Partai penguasa Thailand, yang berupaya mempertahankan kekuasaan dalam pemilihan Februari mendatang, berjanji untuk menyelesaikan konflik negara itu dengan Kamboja dan membersihkan citranya sebagai negara yang damai. 

Partai konservatif Bhumjaithai yang berkuasa sejak September, telah memposisikan diri sebagai pembela kedaulatan Thailand yang paling tepat selama sengketa perbatasan antara kedua negara Asia tenggara tersebut. Bentrokan antara kedua negara meletus selama lima hari pada Juli 2025 dan kembali berkobar pada Desember sebelum gencatan senjata.

Ket. Foto: Sihasak Phuangketkeow — Sumber: AFP/MOHD RASFAN

“Jika kembali berkuasa setelah pemilu 8 Februari, Bhumjaithai akan mempertahankan pendiriannya untuk melindungi kedaulatan Thailand sambil berupaya memulihkan hubungan dengan Kamboja untuk membuka kembali perbatasan dan melanjutkan perdagangan,” menurut Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow.

Saat ini Menlu Sihasak adalah kandidat perdana menteri kedua partai tersebut setelah petahana pemimpin Anutin Charnvirakul. Sihasak juga memperingatkan bahwa kemajuan tersebut bergantung pada berlakunya gencatan senjata 27 Desember, yang memungkinkan kedua negara untuk menarik senjata berat dari daerah perbatasan serta bekerja sama dalam penyingkiran ranjau darat dan pemberantasan penipuan.

“Kami bertekad untuk melindungi kedaulatan dan integritas wilayah kami,” kata Sihasak dalam sebuah sesi wawancara pada Jumat (16/1) lalu. “Saya berharap kita dapat segera melupakan konflik ini, membangun kepercayaan, dan melanjutkan hubungan kita. Namun saat ini masih merupakan periode yang sangat sensitif di mana kita harus menghindari semua tindakan provokasi,” imbuh dia.

Dalam sesi wawancara, Sihasak pun menepis komentar baru-baru ini dari menteri senior Kamboja, Keo Remy, bahwa kembalinya Bhumjaithai ke tampuk kekuasaan akan menyebabkan bentrokan perbatasan ketiga, dan bahwa rakyat Thailand seharusnya memilih Partai Rakyat yang reformis atau Partai Pheu Thai yang populis dan menyebut komentar itu sebagai provokasi verbal dan campur tangan dalam urusan domestik.

Dengan bersekutu erat dengan militer Thailand, PM Anutin telah memanfaatkan citra pemimpin masa perang untuk menggandakan popularitas partainya sejak ketegangan perbatasan meningkat pada Mei lalu.

Sikap garis kerasnya beresonansi dengan pemilih konservatif dan pedesaan, khususnya di tujuh provinsi perbatasan timur laut, membantu kampanye Bhumjaithai untuk mendapatkan keuntungan dari semangat nasionalis setelah pertempuran.

“Konflik yang terjadi saat ini dengan Kamboja telah membangkitkan sentimen yang kuat di kalangan masyarakat,” kata Sihasak.

“Kami pikir kebijakan kami adalah kebijakan yang didukung oleh masyarakat, karena kami membela keamanan dan kedaulatan negara,” imbuh dia. ST/Bloomberg/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

5 Dialek Sunda, dari Priangan hingga Betawi Menggema saat Pembacaan Sejarah HUT Jawa Barat ke-81

Tijjani Reijnders Gabung Klub Arab Saudi, Al Qadsiah

Keren Bikin Bangga! Karya Modifikator Indonesia Bakal Mejeng di SEMA Show 2026

Industri Modifikasi Otomotif Jadi Ladang Ekraf Baru, Menekraf Dorong Jadi Nilai Tambah Ekonomi Nasional

Sampah Plastik Jadi Cuan! Pemkot Bima Kembangkan Nilai Ekonomi Lewat Gerakan Ini

Sembilan Perempuan Disandera di Jila, Mimika oleh KKB

Film Jason Statham ‘Mutiny’ Sempat Bocor di Amazon Prime Sebelum Tayang di Bioskop

Layanan Rail Library KAI untuk Meningkatkan Minat Baca dan Pengetahuan Masyarakat

Petugas Upacara HUT Ke-81 RI Diundang Presiden Prabowo ke Hambalang

Kejutan untuk Petugas Upacara HUT Ke-81 RI! Prabowo Undang Mereka ke Hambalang

Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS

KPK Usut Izin WNA, Dugaan Korupsi BPJS TKA Ikut Terungkap

Nasib Guru PPPK Terjawab! Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Jadi PNS

Kabar Gembira! 25 Kreator Lokal Aceh Ketiban Berkah, Kemenkum Berikan Hak Cipta Gratis

Terobosan Baru Kemenhub! BRT Mebidang Didorong Jadi Solusi Transportasi Perkotaan

KPK Periksa WNA soal Dugaan Pemerasan Izin Tinggal, Penyidikan Kasus Rp145,5 Miliar Masuk Babak Akhir

Peragaan Busana Bambu Karya UMKM Promosikan Desa Gintangan

Terungkap! Ini Alasan KPK Memanggil Pegawai PT Adaro Andalan Indonesia

Bantu UMKM Berkembang, Univrab dan STTP Dampingi Usaha Bata Ringan di Pekanbaru

'Mutiny': Balas Dendam Brutal Jason Statham di Kapal Kargo

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.