- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ekonomi China Capai Target...
Ekonomi China Capai Target Pertumbuhan 5 Persen, Tapi Bayang-bayang Krisis Masih Membesar
Senin, 19 Jan 2026, 15:45 WIBJAKARTA - Pemerintah China berhasil memenuhi target pertumbuhan ekonomi pada 2025 di tengah tekanan geopolitik dan persoalan domestik yang belum mereda. Data resmi yang dirilis Senin menunjukkan ekonomi China tumbuh 5 persen sepanjang tahun lalu, sejalan dengan target pemerintah meski dibayangi perang dagang dengan Amerika Serikat dan krisis berkepanjangan di sektor properti.
Capaian tersebut terbilang mengejutkan sebagian analis. Sebelumnya, kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan menekan kinerja ekonomi China secara signifikan. Namun, China justru mencatat surplus perdagangan terbesar dalam sejarah, mencapai sekitar 1,2 triliun dolar AS, setelah berhasil mengalihkan ekspor ke pasar alternatif dan menghadapi tarif AS yang dampaknya dinilai tidak seberat ancaman awal.
Meski demikian, para ekonom menilai capaian tersebut belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi yang sepenuhnya sehat. Kepala Ekonom Commonwealth Bank of Australia, Luke Yeaman, menyebut situasi geopolitik global masih menjadi faktor ketidakpastian utama. Ia memperkirakan ekonomi China masih akan tumbuh hingga 2026, tetapi menegaskan bahwa masalah struktural di dalam negeri belum terselesaikan.
Salah satu tantangan terbesar adalah krisis sektor properti yang telah berlangsung selama empat tahun. Harga rumah di China dilaporkan telah turun lebih dari 20 persen sejak puncaknya pada 2021. Kondisi ini menekan kepercayaan konsumen dan membuat rumah tangga enggan meningkatkan belanja, sekaligus memicu risiko krisis utang di sektor properti.
Berbeda dengan banyak negara maju yang berjuang menahan inflasi, China justru menghadapi tekanan deflasi. Sepanjang 2025, inflasi konsumen hanya berada di kisaran 0,8 persen. Yeaman mengingatkan pengalaman Jepang pada dekade 1990-an dan awal 2000-an, ketika pecahnya gelembung properti menahan laju pertumbuhan ekonomi selama bertahun-tahun, meski tanpa krisis perbankan besar.
Pemerintah China tetap optimistis. Kepala Biro Statistik Nasional China, Kang Yi, menyatakan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, ekonomi nasional akan mempertahankan momentum pertumbuhan yang stabil tahun ini.
Namun, data juga menunjukkan perlambatan menjelang akhir 2025. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir hanya mencapai 4,5 persen secara tahunan, menjadi yang terlemah sejak akhir 2022. Analis Citi menggambarkan kondisi ini sebagai ekonomi berbentuk âKâ, di mana sektor ekspor dan manufaktur tetap kuat, sementara penjualan ritel dan konsumsi domestik tertinggal.
Keraguan juga muncul terkait keandalan data resmi. Capital Economics memperkirakan angka pertumbuhan yang dilaporkan pemerintah bisa lebih tinggi hingga 1,5 poin persentase dari kondisi riil.
Ke depan, pemerintah China berjanji meningkatkan porsi konsumsi rumah tangga dalam perekonomian secara signifikan dalam lima tahun mendatang. Saat ini, belanja rumah tangga menyumbang kurang dari 40 persen dari total output ekonomi, jauh di bawah rata-rata global yang berada di kisaran 60 persen.
Sebagai bagian dari stimulus, pemerintah China tahun lalu menggelontorkan subsidi sekitar 300 miliar yuan untuk mendorong masyarakat menukar peralatan rumah tangga lama dengan yang baru. Program tersebut akan dilanjutkan tahun ini, namun para analis menilai efektivitasnya masih terbatas.
Menurut Moodyâs Analytics, awal 2026 kembali menghadirkan perdebatan lama terkait arah ekonomi China. Pemerintah menjanjikan dukungan lebih kuat untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga pertumbuhan, tetapi rumah tangga dan pelaku usaha masih menunggu bukti nyata bahwa kebijakan yang dijanjikan benar-benar akan diwujudkan.
Berita Terkait:
-
Beras sumbang deflasi di 23 provinsi
-
Cabai rawit picu deflasi Jawa Timur
-
Menkeu Buka-bukaan Soal Kemampuan APBN, Harga Minyak hingga Darurat Energi
-
KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China: Eksportir Diminta Jaga Keamanan Pangan
-
MUI Keluarkan Fatwa Program JKK dan JKM dari BPJS Ketenagakerjaan Sesuai Prinsip Syariah
-
Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Fesyen Nasional Berbasis Potensi Daerah
-
Ratusan Rumah di Empat Desa di Kudus Rusak Diterjang Angin Kencang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.