Dua Kereta Api Berkecepatan Tinggi Tabrakan di Spanyol, Sedikitnya 21 Orang Tewas

Senin, 19 Jan 2026, 06:10 WIB

ADAMUZ - Sedikitnya 21 orang tewas setelah dua kereta api berkecepatan tinggi bertabrakan di Spanyol selatan.

Dari The Guardian, sebuah kereta yang berangkat dari Málaga ke Madrid tergelincir di dekat Adamuz, menyeberang ke jalur lain dan menabrak kereta yang datang dari arah berlawanan, yang juga tergelincir, demikian dilaporkan badan perkeretaapian Spanyol, Adif, melalui X.

Ket. Foto: Laporan dari stasiun televisi milik negara menyebutkan bahwa 100 orang terluka, 25 di antaranya luka serius. — Sumber: Istimewa

“Kereta api [Madrid] ke Huelva, yang melaju di jalur rel yang bersebelahan, juga tergelincir,” tambahnya.

Adif mengatakan kecelakaan itu terjadi sekitar 10 menit setelah kereta Iryo meninggalkan Málaga menuju Madrid pada pukul 18.40 (17.40 GMT).

“Kami telah menerima panggilan dari orang-orang yang melaporkan adanya korban luka dan terjebak,” kata juru bicara layanan darurat Andalusia kepada AFP.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan 21 orang tewas.

Laporan dari stasiun televisi milik negara menyebutkan bahwa 100 orang terluka, 25 di antaranya luka serius.

Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun penyiaran publik RTVE bahwa salah satu gerbong kereta pertama telah terbalik sepenuhnya.

Gambar televisi menunjukkan tim medis dan petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Seorang jurnalis dari lembaga penyiaran publik RNE yang sedang bepergian dengan salah satu kereta api tersebut mengatakan bahwa dampaknya terasa seperti "gempa bumi".

Menurutnya, para penumpang menggunakan palu darurat untuk memecahkan jendela gerbong dan keluar.

Para petugas penyelamat berada di samping dan di atas kereta yang tergelincir dan terguling ke samping dengan ujung yang ringsek, pada malam hari.

Lihat gambar dalam layar penuh

Beberapa gerbong kereta setelah kecelakaan. Foto: Eleanorinthesky di Media Sosial X Dokumen/EPA

Seorang wanita bernama Carmen memposting di X bahwa dia berada di kereta Iryo menuju Madrid. “Sepuluh menit setelah berangkat (dari Córdoba) kereta mulai berguncang hebat, dan tergelincir dari gerbong 6 di belakang kami. Lampu padam.”

Rekaman yang diunggah oleh penumpang kereta Iryo lainnya, juga di jalur X, menunjukkan seorang staf Iryo dengan jaket berpendar menginstruksikan penumpang untuk tetap duduk di tempat mereka di gerbong yang gelap, dan mereka yang memiliki pelatihan pertolongan pertama untuk mengawasi penumpang lainnya.

Petugas tersebut memberi tahu penumpang bahwa mereka akan dievakuasi ketika keadaan aman untuk meninggalkan kereta, tetapi saat itu tempat teraman adalah di dalam kereta. Dia juga mendesak orang-orang untuk menjaga agar baterai ponsel mereka tetap penuh sehingga dapat menggunakan senter saat turun dari kereta.

Penumpang itu menulis: “Di gerbong kami, kami baik-baik saja, tetapi kami tidak tahu bagaimana keadaan gerbong lain. Ada asap dan mereka memanggil dokter.”

Laporan media Spanyol menyebutkan total 400 orang berada di dalam kedua kereta tersebut.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia "memantau situasi tersebut dengan cermat".

Presiden wilayah Madrid, Isabel Díaz Ayuso, mengatakan bahwa rumah sakit di wilayahnya siap digunakan oleh wilayah Andalusia jika diperlukan.

Iryo adalah operator kereta api swasta yang dikelola oleh Italia. Perusahaan tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Adif telah menangguhkan semua layanan kereta api antara Madrid dan Andalusia.

  • Kecelakaan Kereta Api

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.