Tak Perlu Bingung Jualan Buah dan Tanaman Hias, Pasar Petani Garuda Hadir di Bogor

Minggu, 18 Jan 2026, 22:20 WIB

KABUPATEN BOGOR – Keberadaan pasar menjadi faktor penting bagi petani buah dan tanaman hias, karena hasil panen tidak akan bernilai jika tidak terserap dengan baik.

Pasar memberi kepastian penjualan sekaligus menjaga perputaran ekonomi petani agar tetap hidup. Tanpa akses pasar yang jelas, petani berisiko menghadapi fluktuasi harga dan penumpukan produk, yang pada akhirnya menekan pendapatan.

Ket. Foto: Kompleks perkantoran pemerintah daerah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/ M Fikri Setiawan

Karena itu, penguatan pasar—baik lokal maupun digital—menjadi kunci agar usaha tani bisa berkelanjutan dan petani tetap punya semangat menanam.

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, segera membangun Pasar Petani Garuda di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, sebagai sarana untuk pemasaran khusus bagi petani buah dan tanaman hias agar memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Persiapan Pasar Petani Garuda ini dibahas dalam rapat yang dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama forum paguyuban petani dan perangkat daerah terkait di Pendopo Bupati, Cibinong, Minggu (18/1).

Rudy menyampaikan rapat tersebut bertujuan menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan agar Pasar Petani Garuda dapat segera beroperasi secara optimal dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kami duduk bersama untuk bermusyawarah dan menyatukan langkah guna mempercepat penataan serta penetapan operasional Pasar Petani Garuda agar berjalan optimal dan segera dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” ujar Bupati Rudy.

Menurut Rudy, Pasar Petani Garuda disiapkan sebagai ruang strategis untuk mendukung pemasaran hasil pertanian lokal, khususnya komoditas buah dan tanaman hias unggulan Kabupaten Bogor.

Ia menegaskan pasar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan petani agar memiliki akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Pasar Petani Garuda hadir bukan sekadar menjadi harapan baru, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi petani buah dan tanaman hias untuk tumbuh, mandiri dan sejahtera,” kata Rudy.

Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut Rudy, berkomitmen memastikan penataan dan operasional pasar berjalan sesuai kebutuhan petani dan masyarakat sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.

Sinergi antara pemerintah daerah, komunitas petani dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan Pasar Petani Garuda sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang tertata, berdaya saing dan berkelanjutan.

Sementara itu, petani benih tanaman buah, Ruslan, mengapresiasi kebijakan Pemkab Bogor yang dinilainya berpihak kepada petani kecil.

“Alhamdulillah, kehadiran Pasar Petani Garuda sangat membantu kami para petani benih tanaman buah dan tanaman hias. Kebijakan Bupati Bogor ini sangat berpihak kepada petani kecil,” ujar Ruslan.

Ia menjelaskan apabila petani harus menyewa lahan secara mandiri, biaya yang dibutuhkan kerap menjadi beban yang sulit dipenuhi. Dengan adanya Pasar Petani Garuda, petani memiliki ruang usaha yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Ruslan berharap kebijakan tersebut dapat terus mendukung kesejahteraan petani sehingga petani buah dan tanaman hias di Kabupaten Bogor dapat tumbuh dan berkembang ke depan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.