PGE Percepat Pengembangan Panas Bumi, Perkuat Peran Energi Bersih Sepanjang 2025
Minggu, 18 Jan 2026, 19:55 WIBJAKARTA â Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam mempercepat pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi. Melalui berbagai inisiatif strategis, PGE tidak hanya mendorong transisi energi nasional, tetapi juga memperluas perannya dalam ekosistem energi bersih global.
Sepanjang tahun, perseroan mencatat sejumlah capaian penting, mulai dari pengakuan atas praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) berstandar internasional, peningkatan kapasitas terpasang, hingga penguatan kolaborasi dengan mitra nasional dan global.
Sejalan dengan target pengembangan kapasitas 1 gigawatt (GW), PGE mencatat kemajuan signifikan di sisi operasional. Pada akhir Juni 2025, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) resmi beroperasi. Beroperasinya unit tersebut meningkatkan kapasitas terpasang PGE dari 672 MW menjadi 727 MW, sekaligus memperkuat posisi PGE sebagai pengembang panas bumi terbesar di Indonesia.
Di luar peningkatan kapasitas, PGE terus memperluas kontribusinya terhadap agenda swasembada energi nasional melalui penguatan sinergi dan pengembangan proyek strategis. Pada Agustus 2025, PGE menandatangani Heads of Agreement (HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi Danantara Indonesia untuk pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 530 MW. Selain itu, empat proyek PGE terpilih masuk dalam Blue Book Bappenas 2025â2029, yang membuka peluang dukungan pembiayaan internasional hingga US$613 juta.
Untuk memperluas pemanfaatan panas bumi di luar sektor kelistrikan, PGE meluncurkan Pilot Project green hydrogen di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Agustus lalu. Inisiatif ini menjadi langkah awal PGE dalam membangun ekosistem green hydrogen terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatan, sebagai bagian dari upaya mendorong transisi menuju industri rendah karbon.
Selain pengembangan green hydrogen, PGE juga mulai merintis pengembangan green data center berbasis energi panas bumi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan framework agreement bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan infrastruktur digital yang lebih berkelanjutan berbasis energi panas bumi.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi, menyampaikan bahwa capaian sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi langkah perseroan ke depan.
âPencapaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi PGE untuk mempercepat pengembangan panas bumi. Kami berkomitmen memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, serta menciptakan nilai tambah bagi Indonesia dalam perjalanan menuju transisi energi,â ujar Edwil melalui keterangan tertulis, Jumat (16/1).
âFondasi tersebut menjadi pijakan strategis bagi PGE untuk melangkah ke fase pengembangan berikutnya secara lebih terintegrasi, baik melalui percepatan proyek prioritas maupun optimalisasi potensi panas bumi nasional. Ke depan, PGE akan terus mendorong pemanfaatan panas bumi yang andal, berkelanjutan, dan bernilai tambah guna mendukung ketahanan energi serta agenda transisi energi nasional,â imbuhnya.
Sejalan dengan visi jangka panjang sebagai world class green energy company, PGE saat ini tengah menggarap sejumlah proyek strategis dengan target commercial operation date (COD) bertahap hingga 2029. Proyek-proyek tersebut meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lahendong Unit 7, Unit 8, dan Bottoming Unit 2, serta eksplorasi PLTP Gunung Tiga.
Seluruh portofolio proyek tersebut mendukung target kapasitas 1 GW dalam dua hingga tiga tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033, sekaligus memperkuat peran PGE dalam mendukung swasembada energi nasional dan target Net Zero Emission 2060.
Komitmen keberlanjutan PGE juga tercermin dari berbagai pengakuan yang diraih. Perseroan menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 2025 ESG Top-Rated Company versi Sustainalytics dengan skor 7,1, yang menempatkan PGE dalam kategori Negligible Risk. Konsistensi kinerja ESG tersebut juga tercermin di area operasional melalui raihan PROPER Emas untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut di Area Kamojang dan untuk ketiga kalinya di Area Ulubelu.
Selain itu, PGE juga meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain ASEAN Renewable Energy Project Awards di Malaysia, empat penghargaan dalam ajang IENA 2025 di Jerman, serta Gold Medal dan Special Prize pada SIIF 2025 di Korea Selatan.
- transisi energi
- Pertamina Geothermal Energy (PGE)
- swasembada energi
- energi berkelanjutan
- energi panas bumi
- transisi energi
- energi bersih Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Nggak Perlu Bangun PLTU Baru! Ini Jurus PLN Tekan Emisi Pakai Limbah Kebun Milik Warga
-
Menteri LH Minta Hotel, Restoran, dan Kafe Kelola Sampah secara Mandiri
-
Film Terbaru "Spider Man: Brand New Day" Ceritakan Babak Selanjutnya Kisah Peter dan MJ
-
PGE Area Kamojang Rampungkan Proyek Pemipaan Sumur Produksi Panas Bumi, Perkuat Pasokan Energi Bersih Nasional
-
Percepat Transisi Energi Terbarukan
-
Kebutuhan Gas Pembangkit Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi hingga 2034
-
Kemenhut Pastikan Pemanfaatan Kayu Hanyutan Banjir Sumatra Dilaporkan ke Satgas PRR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.