La Liga Spanyol: Real Madrid Bangkit di Bernabeu, Arbeloa Raih Kemenangan Perdana

Minggu, 18 Jan 2026, 06:28 WIB

MADRID, SPANYOL  — Real Madrid berhasil meredam tekanan dan cemoohan pendukung di Santiago Bernabeu dengan kemenangan 2-0 atas Levante pada lanjutan La Liga, Minggu (18/1) dini hari WIB.  Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Alvaro Arbeloa sejak ditunjuk sebagai pelatih.

Sebelum laga dimulai, suasana Bernabeu memanas. Sejumlah suporter Los Blancos meluapkan kekecewaan dengan mencemooh tim sendiri, menyusul pekan yang penuh gejolak. Namun, gol babak kedua dari Kylian Mbappe dan Raul Asencio memastikan tiga poin krusial bagi Madrid.

Ket. Foto: Pemain Real Madrid dan Levante berebut bola dalam laga La Liga Spanyol, Minggu (18/1) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Kemenangan tersebut membuat Madrid yang berada di posisi kedua klasemen memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Barcelona menjadi satu poin, jelang lawatan sang juara bertahan Spanyol ke markas Real Sociedad pada Minggu.

Arbeloa sebelumnya menjalani debut pahit setelah menggantikan Xabi Alonso, ketika Madrid secara memalukan tersingkir dari Copa del Rey usai kalah dari tim Segunda Division, Albacete, di pertengahan pekan. Namun di Bernabeu yang muram, Madrid akhirnya mampu merespons dengan hasil positif.

Sejumlah pemain bintang seperti Vinicius Junior dan Jude Bellingham menjadi sasaran kemarahan suporter tuan rumah setelah rangkaian hasil buruk. Mbappe juga tampil sejak awal, namun relatif luput dari siulan. Penyerang asal Prancis itu sejatinya diperkirakan baru kembali penuh saat laga Liga Champions melawan Monaco pekan depan, seiring pemulihannya dari cedera lutut.

“Saya selalu menghormati Bernabeu. Sebagai pemain, saya juga sering disiul di sini. Itulah yang membuat klub ini hebat, tuntutan tinggi dari para penggemarnya,” ujar Arbeloa, membela hak suporter untuk mengekspresikan pendapat mereka.

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-43, Arbeloa akhirnya bisa merayakan kemenangan, meski mengakui timnya tampil kurang bertenaga pada babak pertama. Di tribun, atmosfer justru bergolak, mencerminkan kekecewaan suporter terhadap pekan kelam Madrid: kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol di Arab Saudi, berpisah dengan Alonso, dan tersingkir dari Copa del Rey.

Sebagian suporter bahkan menyerukan agar presiden klub Florentino Perez mundur. Di atas lapangan, Mbappe memiliki peluang terbaik pada babak pertama, namun voli yang dilepaskannya melebar dari gawang tim tamu yang berada di posisi ke-19 klasemen.

Sorakan  kembali terdengar saat jeda babak pertama. Madrid merespons dengan meningkatkan intensitas permainan selepas turun minum, dengan Arbeloa memasukkan Franco Mastantuono dan Arda Guler.

Mbappe kemudian dijatuhkan Adrian de la Fuente di kotak penalti. Ia maju sebagai eksekutor dan sukses mencetak gol, yang menjadi gol liga ke-19-nya musim ini. Torehan tersebut menandai 50 gol Mbappe dalam 53 pertandingan La Liga—hanya terpaut dua laga dari rekor Cristiano Ronaldo yang mencapai angka itu dalam 51 penampilan.

Madrid menggandakan keunggulan lewat Raul Asencio, yang menyundul bola ke pojok atas gawang memanfaatkan sepak pojok Guler. Bellingham nyaris menambah gol ketiga, namun kiper Mathew Ryan mampu menggagalkan sundulannya, sebelum kembali menepis tembakan Vinicius Junior.

Seiring waktu berjalan, ketegangan mereda dan pendukung di Bernabeu untuk sementara terpuaskan oleh kemenangan ini, meski bayang-bayang ejekan  diperkirakan akan kembali jika Madrid gagal menjaga konsistensi.

“Hari ini sangat penting bagi kami. Bermain di depan suporter sendiri, kami ingin membalikkan situasi,” kata Asencio kepada Real Madrid TV. “Apa yang terjadi di Albacete tidak seharusnya terjadi. Kami merasa bersalah dan ingin memperbaikinya.”

Hasil Lain
Di laga lain, Vedat Muriqi mencetak hat-trick saat Mallorca menundukkan Athletic Bilbao 3-2. Sementara itu, Villarreal harus menelan kekalahan 0-2 dari Real Betis di La Cartuja, hasil yang menghambat ambisi mereka dalam perburuan gelar.

Gol Aitor Ruibal dan Pablo Fornals di babak kedua mengantar Betis meraih kemenangan impresif atas tim asuhan Marcelino Garcia Toral. Kekalahan ini membuat Villarreal tertinggal delapan poin dari Barcelona dan merusak peluang mereka untuk bersaing meraih gelar La Liga pertama sepanjang sejarah klub.

Betis unggul penguasaan bola pada babak pertama yang relatif seimbang, sebelum Ruibal membuka skor pada menit ke-57. Kartu merah Santi Comesana akibat tekel keras terhadap Giovani Lo Celso semakin menyulitkan Villarreal. Fornals memastikan kemenangan Betis dengan tembakan akurat dari luar kotak penalti tujuh menit jelang laga usai.

“Itu pertandingan yang ketat. Detail kecil membuat Betis menang. Saya rasa hasil imbang akan lebih adil,” ujar gelandang Villarreal, Dani Parejo, kepada Movistar. “Kami kurang tajam di penyelesaian akhir, padahal punya beberapa peluang jelas. Tim sudah tampil baik, tetapi di kedua kotak penalti kami belum cukup efektif.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.