Demi Kenyamanan Jemaah Haji, 33,2 Persen Petugas Tahun Ini Perempuan
Sabtu, 17 Jan 2026, 10:42 WIBJAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa sebanyak 33,2 persen dari total petugas haji tahun ini adalah perempuan yang diharapkan akan meningkatkan kenyamanan bagi jamaah haji, khususnya jamaah haji perempuan.
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak usai memimpin apel pagi dan lari bersama peserta diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (17/1) pagi, mengatakan, angka persentase petugas haji perempuan tersebut melampaui target awal kementerian yang mematok kuota sebesar 30 persen.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan rasio petugas perempuan tersebut bukan tanpa alasan.
Berdasarkan data demografi, sebagian besar jamaah haji Indonesia adalah perempuan. Oleh karena itu, kehadiran petugas perempuan menjadi krusial untuk memberikan pelayanan yang lebih humanis, nyaman, dan sesuai dengan syariat, terutama dalam hal-hal yang bersifat privat dan konsultasi ibadah.
"Ini memang kebijakan Pak Menteri, kita ingin afirmasi terhadap perempuan karena jamaah haji kita sebagian besar itu perempuan," ujar Dahnil.
Ia menyoroti banyaknya keluhan dan masukan dari tahun-tahun sebelumnya, di mana jamaah perempuan seringkali merasa canggung atau sungkan jika harus berkonsultasi masalah ibadah atau kesehatan kewanitaan dengan petugas laki-laki. Dengan adanya petugas perempuan yang proporsional, pendekatan personal dapat dilakukan dengan lebih efektif.
"Mereka akan lebih nyaman ketika berkomunikasi dengan sesama perempuan. Misalnya konsultasi ibadah, idealnya bicara dengan petugas perempuan. Sehingga pendekatannya bisa lebih personal dan emosional," katanya.
Selain aspek kenyamanan komunikasi, Dahnil juga menekankan pentingnya aspek empati. Para petugas, baik laki-laki maupun perempuan, dididik untuk menganggap jamaah haji, khususnya yang lansia, sebagai orang tua mereka sendiri. Namun, kehadiran petugas perempuan memberikan nuansa keibuan dan kepedulian yang spesifik, yang sangat dibutuhkan oleh jamaah wanita yang jauh dari keluarga.
Terkait proyeksi ke depan, ia menyatakan bahwa rasio petugas perempuan akan terus dievaluasi agar tetap proporsional dengan jumlah jamaah laki-laki dan perempuan.
"Yang jelas proporsionalitasnya akan kita lihat nanti," ujar Dahnil.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi keluarga jamaah di Tanah Air. Dengan mengetahui bahwa ibu atau nenek mereka dilayani oleh petugas perempuan yang memiliki watak empati dan simpati tinggi, keluarga yang ditinggalkan akan merasa lebih aman dan nyaman melepaskan kerabatnya menunaikan rukun Islam kelima.
- kemenhaj
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tak Kenal Libur, Perwira PT Patra Drilling Contractor Tetap Jaga Operasi Energi di Momen Idulfitri
-
Kemenhaj: Seluruh Jamaah Haji Indonesia telah Tiba di Tanah Suci
-
Pemeriksaan Kesehatan Kru Kapal di Pelabuhan Tanjungkalian
-
Selama Mudik Lebaran, Coway Water Station Tersedia di Lebih dari 50 Titik, Perluas Akses Air Minum Bersih
-
Catat Tanggalnya! Pink Moon April 2026 Bakal Hiasi Langit
-
Awas! Hati-hati Modus Haji Ilegal, Masyarakat Indonesia Wajib Waspada!
-
Kemenhaj tinjau akomodasi jamaah calon haji di Mina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.