- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Ancam Serang Pangkala...
Iran Ancam Serang Pangkalan AS di Timteng
Kamis, 15 Jan 2026, 02:25 WIBDUBAI - Teheran telah memperingatkan negara-negara tetangga yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika jika Washington DC menyerang Iran, kata seorang pejabat senior Iran pada Rabu (14/1). Peringatan itu dilontarkan setelah Iran berupaya untuk mencegah ancaman Presiden Donald Trump untuk campur tangan dalam mendukung para demonstran.
Tiga diplomat mengatakan bahwa beberapa personel telah disarankan untuk meninggalkan pangkalan udara utama AS di wilayah tersebut, meskipun tidak ada tanda-tanda langsung evakuasi pasukan skala besar, yang telah terjadi beberapa jam sebelum serangan misil Iran tahun lalu.
Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan untuk mendukung para pengunjuk rasa di Iran, di mana sebuah kelompok hak asasi manusia mengatakan 2.600 orang telah tewas dalam penindakan terhadap salah satu gelombang protes terbesar yang pernah terjadi terhadap pemerintahan di Teheran.
Menurut penilaian Israel, Trump telah memutuskan untuk campur tangan, meskipun cakupan dan waktu tindakan ini masih belum jelas, kata seorang pejabat Israel.
Ketiga diplomat tersebut mengatakan bahwa beberapa personel telah disarankan untuk meninggalkan Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar pada Rabu malam. Salah satu diplomat menggambarkan langkah tersebut sebagai perubahan sikap dan bukan evakuasi yang diperintahkan.
Tidak ada tanda-tanda pergerakan besar-besaran pasukan dari pangkalan seperti yang terjadi tahun lalu beberapa jam sebelum Iran menargetkan pangkalan tersebut dengan  misil sebagai balasan atas serangan udara AS terhadap target nuklir Iran.
Kedutaan Besar AS di Doha hingga berita ini ditulis pada Rabu malam belum memberikan komentar dan Kementerian Luar Negeri Qatar juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Cegah Serangan
Trump telah secara terbuka mengancam akan campur tangan di Iran selama beberapa hari terakhir, meskipun tanpa memberikan rincian spesifik. Dalam sebuah sesi wawancara dengan CBS News pada Selasa (13/1, Trump bersumpah akan mengambil tindakan yang sangat tegas jika Iran mengeksekusi para demonstran.
Pada hari Selasa, ia juga mendesak warga Iran untuk terus berdemonstrasi dan mengambil alih lembaga-lembaga pemerintah, seraya menyatakan bantuan sedang dalam perjalanan.
Pejabat Iran yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan bahwa Teheran telah meminta sekutu AS di kawasan itu untuk mencegah Washington DC menyerang Iran. "Teheran telah memberi tahu negara-negara regional, mulai dari Arab Saudi dan UEA hingga Turki, bahwa pangkalan AS di negara-negara tersebut akan diserang jika AS menargetkan Iran,â kata pejabat itu.
AS diketahui memiliki pasukan di negara-negara tersebut, termasuk markas besar Komando Pusatnya di Al Udeid, Qatar, dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. CNA/I-1
- Ayatollah Ali Khamanei
- Rial Iran
- Reza Pahlavi
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Atalanta Ingin Perpanjang Dominasi, Genoa Bidik Kejutan di Bergamo
-
UE Janji Jatuhkan Sanksi pada Teheran
-
Polda Jambi Pastikan Stok BBM Aman usai Penyesuaian Harga Nonsubsidi
-
Putra Shah Iran Desak Pasukan Keamanan Berdiri di Sisi Rakyat
-
‘Internet Rakyat’ Akses Internet Baru dan Cepat Bagi Pengguna di Berbagai Wilayah
-
Gelombang Laut Setinggi 3 Meter di Pantai Depok, Dua Perahu Nelayan Terbalik
-
Kelompok HAM: Korban Tewas dalam Protes di Iran Mendekati 6.000 Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.