Bayer Kembangkan Produksi Suplemen Mikronutrien Demi Kesehatan Ibu dan Anak
Rabu, 14 Jan 2026, 17:45 WIBDEPOK â Bayer meresmikan peningkatan fasilitas manufaktur berupa lini produksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) serta penguatan Bayer Global R&D Center di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok. Kedua fasilitas menelan nilai total investasi sebesar 5 juta euro atau setara 99 miliar rupiah.
Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta, menerangkan, peresmian tersebut menandai komitmen jangka panjang Bayer dalam memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia, guna memastikan ketersediaan produk kesehatan konsumen yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar global, sekaligus memperkuat kapabilitas riset di dalam negeri.
Peningkatan manufaktur, termasuk untuk memproduksi MMS merupakan bentuk kesiapan perusahaan global berbasis sains yang berinovasi di bidang kesehatan dan pertanian itu dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045. MMS yang diproduksi di Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis sesuai dengan standar formulasi UNIMMAP, yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.Â
âBayer menginvestasikan 1.4 juta euro atau setara 26 miliar Rupiah untuk mengoptimalkan output produksi hingga 20 persen. Kini, kapasitas produksi Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk kebutuhan domestik maupun global. Khusus untuk MMS, Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mampu memproduksi hingga 1.2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister,â jelasnya pada kesempatan tersebut.
âInvestasi untuk pengembangan fasilitas produksi MMS ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan stunting melalui penyediaan suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil, sekaligus memastikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia,â ucapnya.
Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis merupakan salah satu manufaktur Consumer Health Bayer di kawasan Asia-Pasifik, yang memasok produk untuk pasar domestik maupun berbagai negara di Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Seluruh operasional dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia yang bekerja sesuai standar kualitas dan keselamatan global Bayer.
Selain peningkatan lini manufaktur, pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis juga melakukan penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D). Fasilitas R&D ini tidak mengembangkan obat atau molekul baru, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan optimalisasi formulasi, termasuk pengembangan formulasi, metode analisis, serta studi stabilitas pada berbagai zona iklim.
âPenguatan kapabilitas R&D di pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis melalui investasi sebesar 3,6 juta euro ditujukan untuk memastikan produk tetap aman, efektif, dan stabil di berbagai kondisi iklim, sekaligus terhubung secara penuh dengan jejaring R&D global Bayer. Peran R&D di Indonesia ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pasar domestik serta memperkuat rantai pasok global,â ujar Bayer VP Global Technical Excellence and R&D Operations, Jerry Meisel
Investasi ini merupakan salah satu wujud nyata misi Bayer âHealth for All, Hunger for Noneâ serta mendukung strategi Road to Billions, dengan Indonesia berperan strategis sebagai basis manufaktur, R&D, dan pengembangan talenta untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah menegaskan pentingnya peran industri dalam mendukung agenda kesehatan nasional. âPenguatan produksi MMS dan R&D di dalam negeri merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan produk kesehatan yang bermutu serta mendukung prioritas nasional, termasuk kesehatan ibu dan anak. Terima kasih kepada Bayer yang telah melakukan investasi untuk memproduksi MMS di dalam negeri,â kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang hadir pada kesempatan itu.
Sementara itu, dari sisi pengawasan mutu dan keamanan produk, Badan Pengawas Obat dan Makanan memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan memberikan manfaat klinis optimal, sekaligus memperkuat daya saing industri farmasi nasional.
âBPOM mendorong industri untuk terus mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku serta menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik secara konsisten,â ujar Prof Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yang disampaikan melalui rekaman video.
Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Dr. Ralf Beste menyambut baik upaya Bayer untuk memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia. Adanya dua fasilitas baru itu menjadi kontribusi nyata sektor swasta Jerman dalam mendukung penguatan sistem kesehatan di Indonesia, pengembangan kapasitas lokal, serta kerja sama berkelanjutan.
 âPenguatan kapabilitas manufaktur dan Research & Development ini merupakan kontribusi nyata sektor swasta Jerman dalam mendukung penguatan sistem kesehatan, pengembangan kapasitas lokal, serta kerja sama berkelanjutan,â paparnya.
- Stunting
- Kementerian Kesehatan
- Industri Farmasi
- Budi Gunadi Sadikin
- Indonesia Emas 2045
- tengkes
- Bayer Indonesia
- Bayer
- kesehatan ibu dan anak
- Multiple Micronutrient Supplement
- MMS
- R&D Farmasi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Deteksi Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dilakukan Sejak Dalam Kandungan
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Pemerintah: Sejumlah Ruas Tol Tambahan Dibuka untuk Arus Mudik Lebaran
-
Ericsson Dorong Percepatan 5G di Indonesia, Disebut Kunci Daya Saing Ekonomi Digital Menuju 2045
-
Stok KTP-el Rejang Lebong Aman Beberapa Bulan dengan 8.989 Blangko
-
Aksi Kamisan ke-900 di Jakarta
-
Langka! Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Agam, Jadi Magnet Wisatawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.