- Home
-
- Megapolitan
-
- Perlu Penanganan Banjir se...
Perlu Penanganan Banjir secara Holistik
Selasa, 13 Jan 2026, 01:30 WIBJAKARTA â Untuk menekan banjir, Pemprov Jakarta perlu menangani banjir secara holistik, tidak parsial agar tidak terus terulang. Hari Senin (12/1) kemarin hujan mengguyur Jabodetabek dari pagi hingga siang. Hujan ini mengakibatkan banjir di Jakarta hampir menyeluruh. Langganan banjir seperti Kebon Pala kembali terendam sampai satu meter.
Selain itu, banjir juga membuat 46 jalan terendam dan 28 rukun tetangga (RT) terendam. Pemerintah Provinsi Jakarta masih fokus penanganan banjir jangka pendek dengan menyiapkan pompa-pompa. âKami masih mengutamakan penanganan jangka pendek,â jelas Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Senin (12/1).
Pramono menjelaskan, penanganan banjir yang paling utama dilakukan adalah menyiagakan sebanyak 1.200 pompa. Pompa meliputi 600 portable dan 600 bergerak (mobile). Kemarin genangan terjadi di mana-mana sehingga menyendat perjalanan kendaraan.
Banjir menggenangi jalan-jalan di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. âSebanyak 28 RT dan 46 ruas jalan tergenang,â kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi Jakarta, Mohamad Yohan, Senin. Menurutnya, banjir disebabkan curah hujan tinggi.
Yohan menyatakan ketinggian banjir di empat wilayah Jakarta itu bervariasi, mulai dari 20 centimeter (cm) hingga 95 cm. âKami juga memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik agar cepat surut,â tutur Yohan. Banjir juga menerjang Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, setinggi satu meter akibat hujan deras.
âBanjir Senin siang mencapai satu meterkarena hujan terus,â tutur Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu Sanusi di Kebon Pala, Jakarta Timur, Senin. Menurut Sanusi, air mulai masuk ke permukiman warga secara bertahap mulai pukul 08.00 WIB, seiring hujan deras yang mengguyur sejak sehari sebelumnya serta kiriman luapan air dari hulu.
1.200 Pompa
Pramono Anung telah menyiagakan 1.200 unit pompa untuk menangani banjir ke titik-titik genangan. Ini bagian penanganan banjir jangka pendek. âIni kita siapkan untuk jangka pendek supaya genangan tidak berlarut-larut dan cepat surut,â jelas Pramono.
Seluruh pompa dioperasikan secara bersamaan dengan sistem drainase dan rumah pompa. Petugas di lapangan juga disiagakan untuk memastikan seluruh pompa berfungsi optimal tanpa gangguan teknis.
Cara ini diklaim efektif dalam pengendalian banjir di Jakarta. Pramono juga menuturkan bahwa genangan yang muncul di kota tidak separah sebelumnya karena Pemprov sudah siap siaga.
Waduk
Untuk penanganan banjir jangka menengah, pemprov banyak membangun waduk. Salah satunya waduk Batu Licin, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur. Waduk berkapasitas tampung air 92.000 meter kubik. Ini menjadi salah satu infrastruktur pengendali banjir Jakarta Timur.
Pramono Anung menjelaskan, sebelum waduk dibangun, kawasan Cilangkap kerap mengalami genangan saat hujan deras karena tidak tersedianya area resapan dan tampungan air. Kondisi tersebut berangsur membaik setelah waduk difungsikan sebagai tangkapan air baru.
âBerdasarkan keterangan warga, sebelumnya setiap hujan deras kawasan ini sering tergenang. Dengan adanya waduk, genangan bisa ditekan,â ujar Pramono. Waduk Batu Licin memiliki luas 4,5 hektare dengan area tampungan air seluas 2,7 hektare serta berkedalaman enam meter.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Operasi Pekat Cirebon Kian Digencarkan, Ratusan Miras Ilegal Disapu Bersih Polisi
-
Ketahanan Pangan Tak Bisa Dibeli: Saatnya Lepas dari Ketergantungan Bantuan Luar
-
Musrenbang di Kecamatan Kelapa Gading, Penanganan Banjir Jadi Prioritas
-
Penanganan Pascabanjir di Sumatra Harus Dipercepat
-
Voli TC di Tiongkok
-
Prediksi Arus Penumpang Bandara Bali pada Libur Akhir Tahun
-
Penanganan Banjir di Jakarta Harus Terintegrasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.