Rupiah Hari Ini Susah Bangkit, Pasar Dunia Lagi Waspada
Senin, 12 Jan 2026, 16:47 WIBJAKARTA â Pelemahan rupiah mencerminkan tekanan eksternal yang masih dominan, seiring kuatnya dolar AS yang ditopang imbal hasil US Treasury pada level tinggi.
Kondisi ini mendorong aliran modal global bersikap lebih defensif, dengan investor cenderung menahan risiko di pasar negara berkembang.
Di tengah sentimen kehati-hatian tersebut, ruang penguatan rupiah menjadi terbatas meski fundamental domestik relatif terjaga, sehingga pergerakan nilai tukar masih rentan terhadap dinamika global jangka pendek.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan kurs rupiah melemah didominasi sentimen global.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin (12/1), bergerak melemah 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.855 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.819 per dolar AS.
âPelemahan rupiah dipengaruhi oleh masih kuatnya dolar AS yang ditopang oleh tingginya imbal hasil US Treasury serta sikap investor global yang cenderung berhati-hati,â katanya.
Kendati muncul isu intervensi pemerintah AS terhadap The Fed, lanjutnya, pasar menilai hal tersebut belum memberikan dampak nyata terhadap arah kebijakan moneter AS.
Investor disebut masih menunggu sinyal yang lebih jelas terkait penurunan suku bunga, sehingga dolar AS tetap menjadi aset aman.
Melihat sentimen sisi domestik, rilis data penjualan eceran yang tumbuh 1,5 persen secara bulanan (month-to-month) dinilai mencerminkan daya beli masyarakat relatif terjaga.
Namun, sentimen positif ini dianggap belum cukup kuat menahan tekanan eksternal, mengingat pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek lebih dipengaruhi oleh faktor global dan arus modal.
Selain itu, kehadiran otoritas moneter melalui langkah stabilisasi di pasar valas mampu menahan volatilitas, tetapi belum cukup membalikkan arah pergerakan rupiah di tengah tekanan global yang masih dominan.
âKe depan, pergerakan rupiah masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, arah kebijakan The Fed, serta perkembangan sentimen risiko global,â kata Taufan.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.853 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.834 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Singapura Tolak Pengenaan Tarif Bagi Kapal yang Melintasi Selat Malaka
-
Mengenang Zulmansyah Sekedang, Sosok Total dan Berdedikasi
-
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Konflik AS–Iran Kembali Guncang Pasar Keuangan Global
-
Pemprov DKI Jalin Kolaborasi dengan Investor Bangun Ekosistem "Charging" Bus Listrik di Lahan Pemda
-
Trump Nilai Iran Sengaja Ulur Waktu Perundingan
-
Liga Inggris: Manchester United Selangkah Lagi Lolos ke Liga Champions Usai Tumbangkan Brentford
-
Pemprov Papua Tengah Usulkan 70 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke Kementerian ESDM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.