- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut Tuntut Penjelasan Ko...
Korut Tuntut Penjelasan Korsel Terkait Penyusupan “Drone”
Senin, 12 Jan 2026, 02:39 WIBSEOUL â Saudara perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un yang berpengaruh telah menuntut penjelasan terperinci dari Korea Selatan (Korsel) terkait drone yang dituduhkan Pyongyang terbang di atas wilayahnya, demikian dilaporkan media pemerintah pada Minggu (11/1).
Sebelumnya pada Sabtu (10/1), Korut Sabtu menuduh bahwa pesawat drone tersebut melintasi perbatasan dari wilayah Ganghwa di Korsel ke Kota Kaesong di Korut pada awal Januari lalu, dan merilis foto-foto puing-puing dari drone yang diklaim telah mereka tembak jatuh.
Seoul menolak tuduhan tersebut, dengan kementerian pertahanannya mengatakan bahwa drone itu bukan model yang dioperasikan oleh militernya.
"Militer Korsel menyatakan sikap resmi bahwa hal itu tidak dilakukan oleh mereka dan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk memprovokasi atau mengganggu kami," kata Kim Yo-jong, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA.
"Namun begitu penjelasan (terperinci) harus diberikan mengenai kasus sebenarnya dari sebuah drone yang melintasi perbatasan selatan negara kami," imbuh dia.
Penyelidikan
Menanggapi tuduhan Korut, militer Seoul mengatakan telah melakukan penyelidikan internal dan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki pesawat tanpa awak yang dimaksud, dan juga tidak mengoperasikan pesawat tanpa awak apapun pada waktu dan tanggal yang dituduhkan oleh Korut.
Pada Sabtu, Presiden Korsel, Lee Jae-myung memerintahkan penyelidikan cepat dan menyeluruh oleh tim investigasi gabungan militer-polisi.
Mengenai kemungkinan bahwa warga sipil mengoperasikan drone tersebut, Lee mengatakan: "Jika benar, itu adalah kejahatan serius yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea dan keamanan nasional."
Namun Kim Yo-jong mengatakan dia tidak peduli apakah itu drone militer atau sipil, dengan mengatakan itu bukan (detail) yang ingin mereka ketahui. "Yang jelas adalah bahwa drone dari Korsel telah melanggar wilayah udara negara kami," tegas dia.
Para analis mengatakan pernyataan Kim Yo-jong menunjukkan bahwa Pyongyang ingin memperlakukan masalah ini sebagai masalah diplomatik.
"Pyongyang telah mengindikasikan bahwa mereka tidak berniat mengubah ini menjadi masalah militer melalui pernyataan Kim Yo-jong," kata Hong Min, seorang analis di Institut Unifikasi Nasional Korea.
Namun, tuntutannya untuk mendapatkan penjelasan menandakan pergeseran menuju serangan diplomatik dengan meminta pertanggungjawaban pihak berwenang atas serangan tersebut, imbuh Hong. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Korut Kecam Dokumen Diplomatik Tahunan Jepang
-
Putri Mahkota Korea Utara Lakukan Tembakan Sniper dengan Senapan Runduk
-
Hujan Lebat di Tenggara Brasil Akibatkan 22 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Hilang
-
Korsel Masih Mampu Tangkal Ancaman Korut
-
Hati-hati, Obat Keras Berikut Tak Boleh Dijual Bebas karena Bisa Menimbulkan Tremor
-
Korea Utara Uji Rudal Jelajah Baru
-
Sebagian Pemudik Pilih Pulang Kampung Seusai Lebaran, Ini Alasannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.