- Home
-
- Megapolitan
-
- Tiang Monorel Dibongkar, P...
Tiang Monorel Dibongkar, Pemprov DKI Fokus Keselamatan dan Kurangi Macet di Kuningan
Minggu, 11 Jan 2026, 15:30 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menata ulang kawasan Kuningan dengan fokus utama pada keselamatan publik dan kelancaran mobilitas warga. Salah satu langkah krusial yang dilakukan adalah pembongkaran tiang monorail mangkrak yang selama bertahun-tahun dinilai membahayakan pengguna jalan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan bahwa keberadaan tiang monorail yang tidak berfungsi telah lama menimbulkan risiko kecelakaan. Penataan kawasan ini diarahkan untuk menciptakan ruang kota yang lebih aman, tertib, dan ramah bagi semua pengguna jalan.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo menjelaskan, pembongkaran tiang monorail merupakan bagian dari penataan menyeluruh kawasan Kuningan. Selain pembongkaran, Pemprov juga akan memperbaiki jalan dan trotoar agar lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki maupun pengguna transportasi umum.
"Kawasan Kuningan memiliki intensitas lalu lintas tinggi dan menjadi simpul aktivitas ekonomi serta diplomasi. Jika masalah tiang monorail ini dibiarkan, dampaknya bisa terus merugikan keselamatan dan mobilitas warga," ujar Prastowo di Jakarta, Sabtu (10/1).
Ia menyebutkan, data menunjukkan adanya tingkat kecelakaan yang cukup signifikan akibat keberadaan tiang monorail yang tidak memenuhi standar keselamatan. Karena itu, langkah pembongkaran dinilai mendesak untuk meminimalkan potensi korban di kemudian hari.
Selain aspek keselamatan, penataan kawasan Kuningan juga ditujukan untuk mengurangi kemacetan. Pemprov DKI Jakarta memperkirakan, pembongkaran tiang monorail dan penataan ulang ruas jalan dapat mengurai kepadatan lalu lintas hingga sekitar 18 persen di kawasan tersebut.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta Afan Adriansyah menambahkan, pembongkaran dilakukan dengan tetap mengedepankan tertib hukum. Ia menegaskan bahwa secara teknis tiang-tiang monorail tersebut sudah tidak dapat difungsikan sebagai infrastruktur transportasi.
"Keberadaan tiang ini bukan hanya mengganggu estetika kota, tapi juga berisiko bagi keselamatan. Maka, penataan ulang menjadi kebutuhan mendesak," kata Afan.
Menurut Afan, dalam dokumen perencanaan transportasi dan tata ruang terbaru, monorail sudah tidak lagi masuk dalam rencana pengembangan transportasi Jakarta. Karena itu, mempertahankan struktur mangkrak justru akan menghambat upaya perbaikan kualitas ruang kota.
Pemprov DKI Jakarta juga memastikan proses pembongkaran dilakukan dengan koordinasi lintas lembaga, termasuk pendampingan aparat penegak hukum. Aset milik PT Adhi Karya yang dibongkar tetap akan diamankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penataan Kuningan ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Pemprov DKI Jakarta dalam membangun kota yang lebih manusiawi. Selain infrastruktur transportasi, pemerintah daerah juga terus mendorong perbaikan trotoar, ruang publik, dan utilitas kota agar lebih ramah bagi warga.
Dengan langkah ini, Pemprov DKI Jakarta berharap kawasan Kuningan tidak lagi dikenal sebagai simbol proyek mangkrak, melainkan sebagai kawasan perkotaan yang aman, lancar, dan nyaman. Pemerintah mengajak masyarakat untuk mendukung proses penataan demi Jakarta yang lebih tertib dan berkelanjutan.
- kemacetan jakarta
- Pemprov DKI Jakarta
- Tata Kelola
- Penataan Kota
- Tiang Monorel Rasuna Said
- Tiang Monorel Mangkrak
- Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak
- Pembongkaran Tiang Monorel
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.