Dipermalukan oleh Tim Kasta 6 Liga Inggris, Pelatih Crystal Palace: 'Kami Tidak Berkualitas'

Minggu, 11 Jan 2026, 14:38 WIB

JAKARTA - Kejutan besar terjadi di putaran ketiga Piala FA 2025/2026. Crystal Palace harus mengakhiri langkahnya lebih awal setelah secara mengejutkan tumbang dari Macclesfield, klub yang bermain di National League North atau kasta keenam sepak bola Inggris.

Bertanding di Leasing.com Stadium, Sabtu 10 Januari 2026 malam WIB, Palace yang berstatus juara bertahan kalah dengan skor 1-2. Hasil ini langsung menjadi sorotan karena perbedaan level kompetisi yang sangat jauh di antara kedua tim.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Macclesfield tampil tanpa beban sejak awal laga dan mampu memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan tim tamu. Gol pembuka dicetak Paul Dawson menjelang akhir babak pertama pada menit ke-43. Kejutan berlanjut di babak kedua ketika Isaac Buckley-Ricketts menggandakan keunggulan tuan rumah pada menit ke-61.

Crystal Palace baru mampu memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir pertandingan. Yeremy Pino mencetak gol hiburan pada menit ke-90, namun gol tersebut tak cukup untuk menyelamatkan The Eagles dari kekalahan memalukan.

Usai pertandingan, manajer Crystal Palace Oliver Glasner tak menutupi kekecewaannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa timnya tampil jauh di bawah standar dan memang layak tersingkir dari ajang Piala FA.

Glasner terlebih dahulu memberikan apresiasi kepada Macclesfield atas performa mereka. Menurutnya, tim tuan rumah menunjukkan kualitas dan determinasi yang pantas mendapatkan kemenangan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Macclesfield atas kemenangannya,” kata Glasner kepada BBC Sport.

Pelatih asal Austria itu kemudian menyoroti buruknya performa para pemain Palace di lapangan. Ia menilai timnya gagal menunjukkan kualitas individu maupun kolektif sepanjang pertandingan.

“Kami tidak memiliki kualitas sama sekali hari ini. Saya tidak melihat ada pemain yang bisa memenangkan duel satu lawan satu,” ujarnya.

Glasner juga menyinggung gol-gol yang bersarang ke gawang Palace berasal dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi. Menurutnya, kesalahan dalam membaca momen dan buruknya penyelesaian bertahan menjadi faktor krusial.

“Kami kebobolan dari situasi yang sudah direncanakan dan timing sundulan yang tidak tepat. Jika Anda tidak bisa menciptakan peluang bersih, itu menunjukkan kurangnya kualitas yang kami tampilkan hari ini. Kami pantas kalah,” tegasnya.

Lebih jauh, Glasner mengaku sulit menjelaskan performa timnya pada laga tersebut. Ia menilai pertandingan seperti ini seharusnya tidak membutuhkan taktik rumit, melainkan soal sikap dan kebanggaan sebagai pemain profesional.

“Jujur, saya tidak punya penjelasan atas apa yang saya lihat. Kita bisa mencari alasan, tetapi Anda tidak membutuhkan taktik dan manajer untuk pertandingan seperti ini,” ucap Glasner.

“Jika Anda menunjukkan kemampuan dan rasa bangga, maka Anda akan bermain dengan cara yang sangat berbeda,” pungkasnya.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Crystal Palace, sekaligus menambah daftar panjang kejutan yang selalu mewarnai Piala FA.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.