Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Mengamuk di Laga Perdana Proliga 2026

Jumat, 09 Jan 2026, 02:30 WIB

JAKARTA - Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi mengawali Proliga 2026 dengan kemenangan meyakinkan setelah menundukkan Medan Falcons Tirta Bhagasi 3-0 (25-23, 25-19, 25-21) pada laga perdana di GOR Terpadu A Yani, Pontianak, 

Kalimantan Barat, Kamis.

Ket. Foto: Juara bertahan kompetisi putra Proliga, Jakarta Bhayangkara Presisi, menghadapi Medan Falcons Tirta Bhagasi pada laga perdana Proliga 2026 di GOR Terpadu A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (8/1). Bhayangkara memenangi pertandingan itu dengan skor 3-0 (25-23, 25-19, 25-21). — Sumber: PBVSI

Setelah pertandingan, pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi Reidel Alfonso Gonzalez menyebut kemenangan itu menjadi modal penting di musim baru.

Meski demikian, Reidel menegaskan bahwa kualitas skuadnya masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek variasi strategi. Selain itu, Jakarta Bhayangkara Presisi juga ingin memaksimalkan potensi pemain lokal.

"Kehadiran pemain asing tetap menjadi bagian dari tim, tetapi fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas atlet lokal sebagai investasi jangka panjang," ujar dia, sambil menegaskan bahwa target timnya adalah dapat mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun lalu.

Meski menang tiga set langsung, Jakarta Bhayangkara Presisi tidak melewati laga yang mudah kontra Medan Falcons Tirta Bhagasi.

Pada set pertama, sang lawan mampu memberikan perlawanan sengit hingga akhir. Ketahanan mental Bhayangkara membuat mereka meraih poin pada momen krusial dan unggul 25-23.

Set kedua, Medan Falcons bermain lebih rapi dan beberapa kali memimpin perolehan angka. Akan tetapi, Bhayangkara lagi-lagi unggul kali ini berkat servis menghujam dan transisi serangan yang efektif dan menutup set itu dengan skor 25-19.

Memimpin dua set, Bhayangkara semakin percaya diri untuk mendominasi lawan pada set ketiga dan pada akhirnya menang 25-21.

Terkait penampilan timnya, pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasi Ariyanto Joko Sutrisno menyebut anak-anak asuhnya mampu bersaing dengan Bhayangkara pada laga tersebut.

Kekalahan mereka, kata Ariyanto, tidak lebih karena para pemainnya sulit melakukan penyelesaian akhir pada saat-saat penting.

Dia pun berjanji akan melakukan evaluasi demi terus melaju di kompetisi, setidak-tidaknya untuk mencapai target final four.

"Saya berharap performa kami meningkat setiap laga," tutur Ariyanto.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.