Strategi Maritim Indonesia Perlu Diperkuat

Kamis, 08 Jan 2026, 01:00 WIB

Jakarta - Indonesia dinilai perlu memperkuat strategi maritim nasional dengan kebijakan pertahanan dan keamanan yang mumpuni di tengah meningkatnya kompleksitas dan ketidakpastian global.

Seperti dikutip dari Antara, Kepala Pusat Kajian Maritim Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Pusjianmar Seskoal) Laksamana Pertama TNI Salim menyampaikan penguatan maritim nasional sangat penting karena domain maritim adalah penggerak utama ekonomi dan keamanan global.

Ket. Foto: Kepala Pusat Kajian Maritim Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Pusjianmar Seskoal) Laksamana Pertama TNI Salim menyampaikan penguatan maritim nasional sangat penting karena domain maritim adalah penggerak utama ekonomi dan keamanan global. — Sumber: istimewa

“Meningkatnya kompleksitas dan ketidakpastian lingkungan maritim global sekarang ini dipengaruhi banyak faktor. Domain maritim sebagai penggerak utama ekonomi dan keamanan global ini sangat penting,” ujar Salim dalam konferensi pers yang digelar National Maritime Institute (Namarin) di Jakarta, Rabu (7/1).

Salim menambahkan rivalitas Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok di kawasan, invasi AS ke Venezuela, serta potensi konflik China–Taiwan menjadi faktor yang memperburuk kondisi global.

“Kita harus mempersiapkan strategi maritim yang mencakup kebijakan pertahanan dan keamanan yang mumpuni, sekaligus ditopang teknologi maritim yang memadai,” ucap dia.

Direktur Eksekutif Namarin Siswanto Rusdi menilai dinamika global tersebut berpengaruh langsung terhadap biaya logistik dan keamanan maritim Indo-Pasifik.

“Peristiwa invasi Amerika ke Venezuela membuat arus perdagangan global terganggu, dan sudah pasti berdampak pada sektor maritim,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan diplomat Kementerian Luar Negeri yang juga mantan Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar RI di Beijing Ple Priatna menekankan perlunya sinkronisasi kebijakan luar negeri dengan kebijakan maritim.

“Kebijakan luar negeri kita harus terkait dengan kebijakan maritim, termasuk pertahanan dan keamanan, sehingga ekonomi maritim bisa bersaing di tengah dinamika global,” ujarnya.

Sementara itu, pakar pelabuhan Wahyono Bimarso menyoroti dasar kebijakan dalam Undang-Undang Pelayaran yang harus dijalankan, terutama terkait kepelabuhanan, kenavigasian, angkutan perairan, hingga perlindungan lingkungan maritim.

“Sebagai negara kepulauan, kita masih menghadapi banyak tantangan. Ini yang harus dilakukan agar kinerja logistik meningkat,” katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.