Inovasi Olimpiade 2026: Dua Api Menyala Bersamaan di Milan dan Cortina

Rabu, 04 Feb 2026, 19:27 WIB

JAKARTA - Sejarah baru akan tercipta dalam pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 pada Jumat (6/2/2026). Untuk pertama kalinya, api Olimpiade tidak hanya menyala di satu stadion utama, melainkan di dua lokasi berbeda secara bersamaan.

Panitia penyelenggara Milano-Cortina 2026 memperkenalkan konsep dua kaldron Olimpiade yang akan dinyalakan simultan di Stadion San Siro, Milan, dan Piazza Angelo Dibona, Cortina d’Ampezzo. Inovasi ini menjadi simbol penyatuan kekuatan kota metropolitan dengan lanskap pegunungan Alpen yang menjadi ciri khas wilayah tuan rumah.

Ket. Foto: Sejarah baru akan tercipta dalam pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 pada Jumat (6/2/2026). Untuk pertama kalinya, api Olimpiade tidak hanya menyala di satu stadion utama, melainkan di dua lokasi berbeda secara bersamaan. — Sumber: Getty Images

Ketua Panitia Penyelenggara Milano-Cortina 2026, Giovanni Malagò, menegaskan konsep tersebut mencerminkan visi "Olimpiade Tersebar" yang diusung Italia. Skema ini dirancang untuk memaksimalkan infrastruktur yang sudah ada tanpa membebani satu kota sebagai pusat utama penyelenggaraan.

"Ini bukan sekadar teknis, tapi pesan tentang harmoni antara kemajuan kota besar dan perlindungan ekosistem pegunungan kita," ujar Malagò dalam konferensi pers di Main Press Centre (MPC) Milan, Rabu (4/2/2026).

Selain aspek simbolik, dua kaldron Olimpiade tersebut juga dirancang dengan teknologi ramah lingkungan. Panitia memastikan bahan bakar yang digunakan berasal dari hidrogen hijau untuk menekan emisi karbon selama upacara berlangsung.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Komite Olimpiade Internasional (IOC) dalam mendorong penyelenggaraan ajang olahraga global yang lebih berkelanjutan. Milano-Cortina 2026 diposisikan sebagai model Olimpiade modern yang menggabungkan teknologi, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.

Inovasi juga terlihat dalam konsep upacara pembukaan bertajuk "Armonia". Panitia akan memanfaatkan teknologi proyeksi pemetaan visual atau mapping untuk menghubungkan Milan dan Cortina yang terpisah jarak sekitar 400 kilometer.

Melalui layar raksasa di kedua lokasi, penonton dapat menyaksikan pertunjukan visual yang tersinkronisasi secara real time. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan sensasi satu panggung besar meskipun upacara berlangsung di dua titik berbeda.

Momen penyalaan dua kaldron Olimpiade dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam waktu setempat. Prosesi ini sekaligus menandai dimulainya persaingan 2.900 atlet dari sekitar 90 negara yang akan berlaga di berbagai venue Italia Utara.

Panitia berharap format dua lokasi ini dapat menciptakan pengalaman baru bagi penonton global. Penyelenggara juga menargetkan jangkauan siaran yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi transmisi lintas kota.

Konsep Olimpiade tersebar dinilai mampu menjadi standar baru bagi tuan rumah Olimpiade masa depan. Skema ini memungkinkan pemanfaatan infrastruktur eksisting di beberapa kota tanpa mengorbankan nilai simbolik api Olimpiade sebagai lambang persatuan.

Milano-Cortina 2026 pun diproyeksikan tidak hanya mencetak prestasi olahraga, tetapi juga meninggalkan warisan konsep penyelenggaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Italia berharap pendekatan ini dapat memperkuat posisi Olimpiade sebagai ajang olahraga global yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.