Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Saat Data AS Membaik
Kamis, 08 Jan 2026, 16:40 WIBJAKARTA â Rupiah hari ini melemah meskipun data cadangan devisa yang dirilis Bank Indonesia (BI) menujukkan peningkatan. Pelemahan rupiah terjadi seiring membaiknya aktivitas bisnis di Amerika Serikat, yang memperkuat dolar AS melalui ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Kondisi ini mendorong pergeseran aliran modal global ke aset berdenominasi dolar, menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Tekanan eksternal tersebut mencerminkan sensitivitas nilai tukar domestik terhadap dinamika moneter global, di tengah ruang kebijakan yang semakin terbatas untuk meredam volatilitas.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis (8/1), bergerak melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.798 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.780 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini diiringi aktivitas bisnis di AS yang membaik.
âData ekonomi AS menunjukkan bahwa aktivitas bisnis membaik, pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik dari yang diperkirakan,â ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa ISM melonjak dari 52,6 menjadi 54,4, jauh melampaui ekspektasi 52,3.
Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) bulan November 2025 yang menunjukkan lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,14 juta, turun dari 7,44 juta dibandingkan Oktober. Ini dinilai menunjukkan pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja.
Perubahan Ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) juga menunjukkan penggajian swasta meningkat sebesar 41 ribu pada bulan Desember, kurang dari perkiraan sebesar 47 ribu, tetapi menandai peningkatan yang jelas dari kehilangan pekerjaan sebesar 29 ribu pada bulan November.
Capaian ini dianggap menunjukkan stabilisasi sementara dalam perekrutan menjelang akhir tahun.
âFokus pasar selanjutnya adalah Klaim Pengangguran Awal mingguan yang akan dirilis malam ini dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Desember, yang akan dirilis hari Jumat (9/1),â kata Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.801 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.785 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Klaim Nama Danau Ontario telah Diganti dan 'Disahkan' Jadi Danau Amerika di Apple dan Google
-
Sambut HUT Ke-81 TNI AL, Prajurit Kodaeral VIII Sapu Bersih Pantai Karang Ria Manado
-
Karhutla Lereng Semeru Meluas, Area Terdampak Capai 600 Hektare
-
Kenapa TPA Anak Negeri Gianyar Jadi Percontohan Nasional? Ini Keunggulannya
-
PT KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Terintegrasi
-
Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Menebak Arah Suku Bunga The Fed
-
Potensi Ekonomi Gorontalo Utara Masih Luas, Kadin Bidik Investasi dan Lapangan Kerja Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.