Kemenkes Ajukan Anggaran Rp500 Miliar untuk Pemulihan Faskes Sumatra
Kamis, 08 Jan 2026, 06:05 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajukan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk tahap ketiga revitalisasi fasilitas kesehatan pasca bencana Sumatra. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/1).
âKami sudah mengajukan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk revitalisasi tahap tiga. Ambulans misalnya ada 204 unit, yang bisa diperbaiki hanya 120, sisanya harus dibeli baru dan itu sudah kami masukkan,â kata Menkes Budi.
Lebih lanjut, Menkes Budi menjelaskan, pemerintah juga memverifikasi kerusakan puskesmas secara rinci agar anggaran tepat sasaran. Dari 152 puskesmas terdampak, hanya dua yang benar-benar hancur dan dianggarkan untuk dibangun kembali.
âPuskesmas yang benar-benar hancur hanya dua, jadi anggarannya untuk dua itu. Sedang yang lain masih bisa diperbaiki,â ujar dia.
Selain bangunan, Menkes menjelaskan pihaknya juga mengecek kondisi alat kesehatan bernilai tinggi seperti CT scan, MRI, dan cath lab. Pemerintah mengirim teknisi untuk menentukan alat yang masih bisa diperbaiki atau harus diganti.
âKalau memang harus diganti, nanti pemerintah masukkan sebagai anggaran penggantian karena alat-alat ini nilainya miliaran. Kami minta didata dulu, nama tenaga kesehatannya, alamatnya, foto kondisi rumah, sampai Google Maps-nya,â ucap Menkes Budi.
Sementara, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, memastikan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) berjalan sesuai target. Huntara tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat
Rustian menekankan, pentingnya percepatan pembangunan huntara sebagai solusi sementara yang layak dan aman. Huntara juga diharapkan bersifat manusiawi bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang akibat bencana.
âNegara hadir dan berkomitmen penuh untuk memastikan masyarakat terdampak segera memiliki tempat tinggal sementara yang layak. Pembangunan huntara harus dipercepat dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan akses terhadap fasilitas dasar,â ujar dia saat meninjau langsung progress pembangunan huntara, Selasa (6/1). ils/I-1
Berita Terkait:
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
-
Bikin Heboh! Syahrini Kembali ke Panggung Setelah 7 Tahun Menepi
-
Cermati Bahaya Mendadak Atlet bagi Kesehatan Jantung, Bisa Berhenti Mendadak
-
2 Bulan Antrean Berular di SPBU, Pertamina Sulawesi Bongkar Biang Kerok dan Gandeng Satgas
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
63 Bendungan Sudah Terbangun, Perlu Dilanjutkan dengan Penguatan Jaringan Irigasi untuk Swasembada Pangan dan Ketahanan Energi
-
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Papua Barat Kembali Perpanjang Status Darurat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.