- Home
-
- Megapolitan
-
- Humas LRT Jabodebek: Ribua...
Humas LRT Jabodebek: Ribuan Barang Tertinggal Sepanjang 2025
Kamis, 08 Jan 2026, 05:57 WIBJAKARTA - LRT Jabodebek mencatat penemuan ribuan barang penumpang tertinggal di stasiun sepanjang tahun 2025 lalu. Petugas mengamankan total 6.995 barang dengan taksiran nilai mencapai Rp797,7 juta selama periode operasional tersebut.
Sebanyak 3.399 barang berhasil dikembalikan langsung kepada pemiliknya setelah proses verifikasi data dilakukan petugas stasiun. Pihak pengelola saat ini masih menyimpan sisa barang yang belum diambil pemiliknya di tempat penyimpanan.
âBarang bawaan adalah bagian dari aktivitas masyarakat kota. Ketika ditempatkan secara tepat, ruang perjalanan dapat tetap berfungsi optimal bagi semua pengguna,â ujar Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardik,a dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/1) .
Radhitya menjelaskan bahwa pengelolaan barang bawaan penumpang sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama. Ia menyebut transportasi publik merupakan ruang bersama yang menuntut adanya kesadaran kolektif dari para pengguna.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan aturan dimensi bagasi berukuran 100x40x30 sentimeter. Para penumpang dilarang keras membawa benda berbahaya apapun ke dalam area stasiun maupun rangkaian kereta.
Penumpang dapat meletakkan barang bawaan pada rak di atas kursi agar tidak mengganggu pergerakan orang. Pengguna jasa kereta api ringan ini juga bisa memanfaatkan area khusus penyimpanan di dalam rangkaian.
Perusahaan menyediakan layanan penitipan barang bagi masyarakat umum di Stasiun Halim sejak pagi hingga malam. Layanan tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 23.00 WIB dengan durasi maksimal 72 jam.
"Saya terkadang membawa sepeda alias sepedaan dari satu titik ketitik tujuan. Semisal malas membawa masuk sepeda ke dalam kereta LRT Jabodebek, saya terkadang menitipkan barang atau dikunci ganda dalam parkiran khusus sepeda," kata Andi, seorang pengguna layanan transportasi tersebut.
âTransportasi publik tidak hanya berbicara tentang perpindahan dari satu titik ke titik lain, tetapi tentang bagaimana ruang mobilitas dikelola. Pengaturan bagasi, penitipan barang, hingga layanan barang temuan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,â kata Radhitya. ils/I-1
- PT KAI
- LRT Jabodebek
- Barang Tertinggal
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Kepercayaan Investor Belum Bulat, BEI Diminta Benahi Tata Kelola
-
PT KAI: Pelanggan Suite Class Compartment Naik 64,76 Persen
-
Pangdam Jaya Deddy Suryadi Sambangi Polda Metro Jaya Rayakan HUT Ke-80 Bhayangkara.
-
Ini Cara Naik TransJakarta dan KRL Lebih Hemat
-
Sempat Tertunda, Gaji ke-13 ASN Sigi Akhirnya Cair, Ternyata Ini Alasan di Balik Keterlambatannya
-
KAI: Jumlah Penumpang Kereta di Stasiun Bekasi hingga Cikampek Semester I 2026 Naik 10,8 Persen
-
KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.