Aliansi di Aceh Edukasi Warga Terkait LGBT Dalam Perspektif Agama

Senin, 10 Agu 2026, 15:56 WIB

BANDA ACEH -- Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Akhlak memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga terkait isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) serta Hak Asasi Manusia (HAM) dalam perspektif agama Islam yang berlaku di Aceh.

“Tujuan kita lebih kepada sosialisasi dan edukasi masyarakat, meningkatkan kesadaran tentang persoalan yang kita anggap menjadi bahaya moral ke depan,” kata Koordinator Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Akhlak Nashihul Umam di Banda Aceh, Minggu.

Ket. Foto: Komunitas Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Akhlak memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga terkait isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) serta HAM dalam perspektif agama, di arena Car Free Day Banda Aceh, Minggu (9/8). — Sumber: ANTARA/Salsabila Ibrahim

Kegiatan yang bertajuk “LGBT dan Hak Asasi Manusia (HAM)” tersebut dilaksanakan di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Tgk Daud Beureueh, Kota Banda Aceh. Diisi perwakilan komunitas, organisasi kemasyarakatan, aliansi masyarakat, komunitas dakwah, hingga kalangan mahasiswa.

Nashihul mengatakan isu LGBT dan HAM ini perlu dibahas secara terbuka karena berkaitan dengan perbedaan pandangan mengenai kebebasan individu, orientasi seksual, serta nilai agama dan moral yang berlaku di Aceh.

Menurutnya, masyarakat Aceh memiliki hak untuk mempertahankan nilai dan keyakinan yang dianut, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap perlindungan anak dan keluarga.

Nashihul menambahkan pembahasan isu tersebut ditujukan kepada masyarakat secara luas dalam rangka meningkatkan perhatian terhadap anak dan keluarga.

“Untuk masyarakat semuanya peduli. Jangan asal tidak peduli dengan anak-anak mereka karena khawatir nanti menjadi korban,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki pandangan berbeda untuk menyampaikan pendapat dalam diskusi tersebut.

“Kita sebenarnya sangat mengharapkan ada yang pro yang mau menanggapi atau menyanggah pendapat. Kalau ada, kita akan coba diskusi secara terbuka,” katanya.

Nashihul berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap perlindungan anak dan keluarga serta membuka ruang dialog dalam membahas isu LGBT dan HAM di Aceh. Apalagi, hasil diskusi ini bakal segera disampaikan kepada pemerintah Aceh.

"Hasil diskusi ini kita rangkum dan buat rekomendasi khusus yang akan kita sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Aceh,” ucap Nashihul Umam.

  • Larangan LGBT

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.