Gedung Baru PAM Jaya Dibangun, Pemprov DKI Ingin Layanan Air Masuk Era Tatap Muka Modern

Kamis, 08 Jan 2026, 14:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat layanan air bersih yang tetap mengedepankan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Gedung baru tersebut dirancang sebagai pusat operasional, koordinasi, dan pelayanan terpadu PAM Jaya. Fasilitas ini secara khusus ditujukan bagi warga yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan berbasis digital.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI menilai kehadiran gedung ini penting di tengah percepatan digitalisasi layanan publik Jakarta. Pemerintah menegaskan transformasi digital tidak boleh mengesampingkan kelompok masyarakat yang masih membutuhkan layanan tatap muka.

Pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya sebenarnya telah direncanakan sejak 2022. Realisasi proyek ini pada 2026 menunjukkan kesinambungan perencanaan infrastruktur dasar lintas tahun anggaran.

Gedung tersebut akan berdiri dengan luas bangunan sekitar 18.853 meter persegi. Fasilitas ini terdiri dari 11 lantai dan satu lantai basement yang akan menunjang seluruh aktivitas operasional PAM Jaya.

Selain sebagai pusat layanan, gedung ini juga disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan dan efektivitas kerja karyawan. Pemerintah berharap kualitas pelayanan publik dapat meningkat seiring dengan tersedianya infrastruktur yang lebih memadai.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembangunan gedung ini tidak sekadar proyek fisik. Ia menyebutnya sebagai bagian penting dari penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Daerah pengelola air minum Jakarta.

"Saya sudah memikirkan kebutuhan hingga 2027, PAM Jaya harus punya gedung yang representatif, manajemen yang baik, dan SDM dengan ukuran kinerja yang jelas," ujar Pramono Anung. 

Menurut Pramono, infrastruktur yang layak akan menopang profesionalisme pengelolaan air bersih. Hal tersebut dinilai krusial untuk menjaga kualitas layanan bagi jutaan warga Jakarta.

Pemprov DKI juga menaruh harapan besar pada peningkatan kecepatan layanan dan koordinasi internal PAM Jaya. Keberadaan gedung terpadu diyakini akan mempercepat respons terhadap pengaduan masyarakat.

Pelayanan air bersih diposisikan sebagai fondasi utama ketahanan kota. Pemerintah menilai sektor ini tidak boleh terganggu karena menyangkut kebutuhan dasar warga.

Saat ini cakupan layanan air bersih PAM Jaya telah mencapai sekitar 80 persen wilayah Jakarta. Pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan tersebut hingga menyentuh 100 persen pada 2029.

Pembangunan gedung baru ini menjadi bagian dari kesiapan Jakarta menuju kota global. Infrastruktur dasar yang kuat dipandang sebagai syarat mutlak untuk mendukung pertumbuhan dan kualitas hidup warga.

Selain pembangunan fisik, PAM Jaya juga terus melakukan transformasi kelembagaan. Perubahan ini diarahkan untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih profesional dan berorientasi pelayanan.

Pemprov DKI optimistis sinergi antara infrastruktur, kelembagaan, dan sumber daya manusia akan mempercepat pemerataan layanan air bersih. Dengan langkah ini, Jakarta diharapkan mampu memberikan layanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.