- Home
-
- Luar Negeri
-
- Draf Jaminan Keamanan Bila...
Draf Jaminan Keamanan Bilateral Ukraina-AS Hampir Rampung
Kamis, 08 Jan 2026, 21:15 WIBJAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan bahwa teks jaminan keamanan bilateral antara Kyiv dan Washington pada dasarnya sudah siap untuk diselesaikan. Dokumen tersebut disebut tinggal menunggu pembahasan di tingkat tertinggi bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pernyataan ini menandai fase penting dalam upaya Ukraina mengamankan perlindungan jangka panjang pasca-perang. Kyiv selama ini menuntut jaminan konkret yang mewajibkan Amerika Serikat dan sekutu Barat membantu Ukraina jika Russia kembali melancarkan agresi militer.
Negosiasi intensif antara perwakilan Ukraina dan Amerika Serikat berlangsung di Paris sepanjang pekan ini. Pertemuan tersebut juga melibatkan koalisi negara pendukung Ukraina yang mencoba menyelaraskan kerangka perdamaian sebelum proposal diajukan ke pihak Russia.
Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mendukung konsep jaminan keamanan bagi Ukraina. Langkah ini dianggap sebagai perubahan signifikan di bawah pemerintahan Trump yang sebelumnya cenderung menempatkan diri sebagai penengah.
"Dokumen bilateral tentang jaminan keamanan untuk Ukraina pada dasarnya sudah siap untuk diselesaikan di tingkat tertinggi dengan presiden," tulis Zelenskiy melalui akun X miliknya.
Zelenskiy mengungkapkan pertemuan lanjutan di Paris membahas isu-isu yang masih dianggap rumit. Ukraina, kata dia, telah mengajukan sejumlah solusi atas perbedaan tersebut demi mempercepat penyelesaian kesepakatan.
Di sisi lain, Zelenskiy menekankan pentingnya tekanan tambahan terhadap Russia. Serangan rudal Russia terhadap infrastruktur energi Ukraina yang terjadi Rabu lalu disebut menjadi ujian nyata bagi kredibilitas jaminan keamanan yang tengah dibangun.
Menurut Zelenskiy, jaminan keamanan tidak boleh berhenti di atas kertas. Respons konkret terhadap agresi Russia saat ini dinilai menjadi tolok ukur keseriusan Barat dalam melindungi Ukraina.
Di bawah kepemimpinan Trump, kebijakan Washington memang mengalami pergeseran. Amerika Serikat tidak lagi semata-mata menjadi pendukung penuh Kyiv, melainkan berperan aktif menekan kedua pihak agar menyepakati perdamaian.
Zelenskiy mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen kerangka kerja telah disepakati. Namun, masih ada isu krusial yang belum menemukan titik temu, terutama terkait pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.
Selain itu, tuntutan Russia agar Ukraina menyerahkan sebagian wilayah strategis di timur negara itu juga menjadi ganjalan utama. Wilayah tersebut belum sepenuhnya dikuasai Moscow meski perang telah berlangsung hampir empat tahun.
"Kami memahami bahwa pihak Amerika akan berdialog dengan Russia, dan kami menunggu apakah pihak agresor benar-benar siap mengakhiri perang," tulis Zelenskiy.
Negosiasi di Paris juga menyentuh agenda pemulihan pascaperang Ukraina. Dokumen terkait rekonstruksi dan pembangunan ekonomi menjadi bagian penting dari pembahasan lintas delegasi.
Bank Dunia sebelumnya memperkirakan biaya rekonstruksi Ukraina mencapai 524 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan besarnya kerusakan akibat perang yang berkepanjangan.
Sementara itu, pemerintahan Trump disebut melihat peluang ekonomi pascaperang. Amerika Serikat dikabarkan mengincar akses istimewa dalam proyek pemulihan dan investasi strategis di Ukraina.
Dengan jaminan keamanan yang hampir final, Kyiv berharap dapat mengamankan masa depan negaranya. Kesepakatan ini dipandang sebagai fondasi utama untuk mencegah agresi ulang dan memastikan stabilitas kawasan Eropa Timur.
- Ukraina
- geopolitik
- konflik Russia-Ukraina
- Perang Russia-Ukraina
- Politik Global
- perang ukraina
- Gejolak Geopolitik
- Pertemuan Trump-Zelensky
- Jaminan Keamanan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
Industri Petrokimia Alami Tekanan, Inaplas Dorong Diversifikasi Bahan Baku untuk Kemandirian
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.