PM Anutin Tegaskan Thailand Berhak Lindungi Kedaulatan

Selasa, 06 Jan 2026, 02:45 WIB

BANGKOK - Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, pada Senin (5/1) menegaskan hak Thailand untuk melindungi kedaulatan dan martabat nasionalnya setelah Kamboja mengisyaratkan niat untuk meminta intervensi internasional atas tuduhan pelanggaran militer Thailand.

Berbicara di Gedung Pemerintah pada Senin pagi, PM Anutin menanggapi laporan bahwa Kamboja menolak untuk mengakui demarkasi perbatasan yang dibuat secara paksa dan bermaksud untuk mengajukan petisi kepada badan-badan internasional mengenai kehadiran pasukan Thailand di wilayah sengketa.

Ket. Foto: Potongan gambar anggota angkatan bersenjata dan polisi Thailand dipajang di samping Kuil Pilar Kota Kantharalak, Provinsi Sisaket, Thailand, pada 29 Desember lalu. Pada Senin (5/1), PM Thailand menegaskan bahwa negaranya berhak untuk melindungi kedaulatan dalam bentrokan dengan Kamboja di perbatasan. — Sumber: AFP/Amaury PAUL

“Setiap negara berhak melakukan apa pun yang mereka inginkan,” kata PM Anutin. “Adapun Thailand, kami melindungi kedaulatan, martabat, dan prestise kami. Kami tidak akan melakukan apa pun yang menyebabkan kami dirugikan atau kehilangan kepentingan kami,” imbuh dia.

PM Anutin pun menekankan bahwa Thailand menggunakan kerangka kerja ini untuk mengelola semua hubungan internasional, bukan hanya dengan negara-negara tetangga, dan menggarisbawahi bahwa Thailand tidak akan membiarkan kedaulatannya terancam.

Sebelumnya pada Minggu (4/1) satuan tugas perbatasan Thailand menyerukan kepada Kamboja untuk berhenti menyebarkan informasi yang menyimpang mengenai sengketa teritorial, dan memperingatkan bahwa klaim provokatif mengancam akan merusak upaya deeskalasi.

Pusat Pers Gabungan tentang Situasi Perbatasan Thailand-Kamboja mengeluarkan klarifikasi setelah Phnom Penh mengajukan protes resmi yang menuduh pasukan Thailand melanggar kedaulatan Kamboja di empat provinsi perbatasan yaitu di Banteay Meanchey, Pursat, Preah Vihear, dan Oddar Meanchey, menyusul gencatan senjata pada 27 Desember.

Pusat tersebut menyatakan bahwa memutarbalikkan fakta dapat dianggap sebagai kegagalan untuk mematuhi langkah-langkah deeskalasi yang telah disepakati, dan mendesak Kamboja untuk menggunakan mekanisme bilateral untuk pengecekan fakta yang transparan, alih-alih komunikasi yang provokatif.

Juru bicara Angkatan Darat Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, menolak tuduhan tersebut, menyatakan bahwa operasi Thailand terbatas pada merebut kembali wilayah di dalam teritorial Thailand yang telah diduduki oleh militer Kamboja dan pemukiman sipil selama beberapa dekade.

“Thailand telah mengajukan ratusan protes atas pelanggaran ini melalui kerangka MOU 2000”, kata Winthai, seraya menyarankan bahwa kehadiran Kamboja yang sudah lama di tempat-tempat tersebut menyebabkan kesalahpahaman mengenai garis perbatasan.

Gencatan Senjata

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Senin menyatakan bahwa kesepakatan antara Thailand dan Kamboja tentang gencatan senjata sedang diimplementasikan secara bertahap.

“Tiongkok berharap kedua belah pihak akan memastikan gencatan senjata yang komprehensif dan abadi, apalagi Thailand telah mengembalikan 18 tentara yang ditahan ke Kamboja," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian.

Thailand dan Kamboja menyepakati gencatan senjata kedua pada akhir Desember lalu, mengakhiri bentrokan perbatasan selama berminggu-minggu yang merupakan pertempuran terburuk dalam beberapa tahun terakhir antara negara-negara tetangga di Asia tenggara. ST/TNA/OANA/I-1

  • thailand baht
  • cambodia
  • anutin charnvirakul

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

5 Dialek Sunda, dari Priangan hingga Betawi Menggema saat Pembacaan Sejarah HUT Jawa Barat ke-81

Tijjani Reijnders Gabung Klub Arab Saudi, Al Qadsiah

Keren Bikin Bangga! Karya Modifikator Indonesia Bakal Mejeng di SEMA Show 2026

Industri Modifikasi Otomotif Jadi Ladang Ekraf Baru, Menekraf Dorong Jadi Nilai Tambah Ekonomi Nasional

Sampah Plastik Jadi Cuan! Pemkot Bima Kembangkan Nilai Ekonomi Lewat Gerakan Ini

Sembilan Perempuan Disandera di Jila, Mimika oleh KKB

Film Jason Statham ‘Mutiny’ Sempat Bocor di Amazon Prime Sebelum Tayang di Bioskop

Layanan Rail Library KAI untuk Meningkatkan Minat Baca dan Pengetahuan Masyarakat

Petugas Upacara HUT Ke-81 RI Diundang Presiden Prabowo ke Hambalang

Kejutan untuk Petugas Upacara HUT Ke-81 RI! Prabowo Undang Mereka ke Hambalang

Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS

KPK Usut Izin WNA, Dugaan Korupsi BPJS TKA Ikut Terungkap

Nasib Guru PPPK Terjawab! Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Jadi PNS

Kabar Gembira! 25 Kreator Lokal Aceh Ketiban Berkah, Kemenkum Berikan Hak Cipta Gratis

Terobosan Baru Kemenhub! BRT Mebidang Didorong Jadi Solusi Transportasi Perkotaan

KPK Periksa WNA soal Dugaan Pemerasan Izin Tinggal, Penyidikan Kasus Rp145,5 Miliar Masuk Babak Akhir

Peragaan Busana Bambu Karya UMKM Promosikan Desa Gintangan

Terungkap! Ini Alasan KPK Memanggil Pegawai PT Adaro Andalan Indonesia

Bantu UMKM Berkembang, Univrab dan STTP Dampingi Usaha Bata Ringan di Pekanbaru

'Mutiny': Balas Dendam Brutal Jason Statham di Kapal Kargo

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.