Menteri Hak Asasi Manusia: Indonesia Resmi Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Selasa, 06 Jan 2026, 01:50 WIBJAKARTA - Indonesia akan resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 8 Januari 2026. Demikian dikatakan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, Senin (5/1) di Kementerian HAM Jakarta.
Menurut dia, Indonesia terpilih melalui mekanisme regional yang berlaku di PBB.
"Pemilihan digilir per kawasan dan pada 2026 adalah giliran Asia Pasifik," ujar dia saat menyampaikan kinerja Kementerian HAM tahun anggaran 2025.
Pigai menambahkan pemilihan Presiden Dewan HAM PBB dilakukan berdasarkan kesepakatan di tingkat kawasan. Apabila satu kawasan hanya mengajukan satu calon, maka proses di PBB bersifat penetapan.
"Dengan pemilihan di tingkat Asia Pasifik yang menominasikan satu calon, maka tinggal diserahkan kepada PBB untuk menetapkan," ujar dia.
Menurut Pigai, pada 8 Januari 2026 nanti hanya tinggal ketuk palu dan pergantian presiden lama ke yang baru.
Menteri HAM menyebut keberhasilan Indonesia tidak terlepas dari kerja keras diplomasi yang dilakukan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik sempat menyatakan minat untuk maju sebagai calon Presiden Dewan HAM PBB.
"Kerja keras kami kemarin itu yang penting, kami roadshow sampai ke Jenewa, Timur Tengah, Asia, dan Australia," ujar dia.
Pigai menyatakan ada enam negara yang menyatakan mencalonkan diri, tapi lima di antaranya berhasil dinegosiasi untuk menarik diri.
Negara yang tetap memutuskan untuk hingga tahap pemilihan adalah Thailand. Namun, kata Pigai, pada pemilihan yang dilakukan secara terbuka hasilnya Indonesia unggul jauh.
"Thailand tidak mau mundur," ujar dia.
Padahal Wakil Menteri HAM sempat mengunjungi Kementerian Luar Negeri Thailand beberapa jam sebelum pemilihan untuk bernegosiasi.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan misi prioritas yang akan diusung Indonesia jika terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB. Menurut dia, fokus utama RI adalah isu penyediaan gizi dan pendidikan bagi masyarakat.
"Ini selaras dengan program-program HAM yang tengah dijalankan Indonesia," ujar dia.
Misalnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sejalan dengan HAM paling mendasar yakni kebutuhan akan pangan. ils/I-1
- Dewan HAM PBB
- Menteri HAM Natalius Pigai
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pembangunan Stasiun MRT Harmoni Resmi Dimulai
-
Heboh! 30 Ribu Paket Sembako Murah Dibagikan Pemkab Kubu Raya, Warga Serbu Lokasi
-
Indonesia Tolak Standar Ganda di Dewan HAM PBB
-
Sulteng Gandeng Provinsi Sichuan Bangun Kawasan Industri Pertanian
-
Ikuti Presentasi E-Monev 2025, Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta Dukung Pembentukan Perda KIP
-
Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Siap Layani Arus Natal dan Tahun Baru
-
Kalahkan Strasbourg 2-1, PSG Kembali ke Puncak Klasemen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.