Indonesia Tolak Standar Ganda di Dewan HAM PBB

Sabtu, 11 Apr 2026, 13:27 WIB

JAKARTA - Sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia akan terus memperjuangkan langkah-langkah konstruktif serta mencegah pendekatan selektif dan berstandar ganda dalam memajukan HAM di tingkat dunia.

Disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela, Indonesia senantiasa berkomitmen mendorong pendekatan yang inklusif dan promotif dalam menguatkan HAM secara global.

Ket. Foto: Kantor Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss. — Sumber: ANTARA/Anadolu

“Indonesia secara konsisten menolak politisasi HAM dan pendekatan yang bersifat selektif serta tidak berimbang, termasuk yang mencerminkan penerapan standar ganda,” kata Nabyl di Jakarta, Sabtu (11/4).

Nabyl menyampaikan bahwa standar ganda dengan selubung penegakan HAM seringkali tercermin pada berbagai resolusi terhadap negara tertentu (country-specific resolution).

Di samping itu, Indonesia mendorong supaya pemajuan HAM dilakukan dengan dialog yang saling menghormati, dengan tetap menghargai dan membantu upaya menguatkan HAM yang dijalankan masing-masing negara.

Jubir Kemlu RI menyampaikan bahwa Indonesia berupaya menjadi jembatan bagi penguatan kerja sama HAM global melalui dialog dan kerja sama yang tak terbatas dalam kapasitas sebagai Presiden Dewan HAM PBB, tetapi juga melalui kebijakan luar negeri RI yang berkelanjutan.

Indonesia akan terus mengembangkan berbagai dialog HAM bilateral dengan berbagai negara serta di tingkat kawasan, kata dia.

“Indonesia juga aktif menginisiasi dan mendorong dialog HAM ASEAN melalui AICHR,” kata Nabyl, menyoroti upaya RI menguatkan HAM di kawasan Asia Tenggara melalui Komisi HAM Antarnegara ASEAN (AICHR).

Ia pun menyampaikan bahwa pendekatan semacam itu mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama HAM yang inklusif secara lintas kawasan.

Adapun Indonesia telah memimpin pelaksanaan Sidang ke-61 Dewan HAM PBB pada 23 Februari – 31 Maret 2026, sehingga menjadikannya sidang pertama yang dipimpin Indonesia sejak badan tersebut dibentuk pada 2006.

Sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia mengusung tema “Presidensi untuk Semua” sebagai komitmen untuk memastikan badan HAM yang inklusif, dapat menjembatani perbedaan melalui dialog konstruktif, serta memperkuat kerja sama sebagai fondasi utama perlindungan HAM.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.