- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump: AS Akan “Kelola�...
Trump: AS Akan “Kelola” Venezuela usai Maduro Ditangkap
Senin, 05 Jan 2026, 01:10 WIBNew Yorkâ Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditahan di sebuah penjara di New York pada Minggu (4/1), setelah operasi penangkapan mendadak Amerika Serikat (AS) untuk menyingkirkannya dari kekuasaan dan menegaskan kendali Washington atas negara Amerika Selatan yang kaya minyak tersebut.
Dikutip dari AFP, militer AS melancarkan serangan udara ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari. Pasukan komando menangkap Maduro dan istrinya, yang kemudian diterbangkan ke New York City untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba dan senjata.
Dengan tangan diborgol dan mengenakan sandal, Maduro digiring oleh agen federal melintasi sebuah fasilitas Badan Pemberantasan Narkoba (DEA) AS di Manhattan. Cuplikan video yang diunggah Gedung Putih di media sosial memperlihatkan momen tersebut.
âSelamat malam, selamat tahun baru,â ujar tokoh kiri berusia 63 tahun itu dalam bahasa Inggris, seperti terdengar dalam video.
Maduro telah memimpin Venezuela dengan tangan besi selama lebih dari satu dekade melalui serangkaian pemilu yang secara luas diyakini telah dicurangi. Ia naik ke tampuk kekuasaan setelah wafatnya mentor karismatiknya, mantan presiden Hugo Chavez.
Seiring menyebarnya kabar penangkapannya, warga Venezuela di pengasingan mengibarkan bendera dan merayakannya di alun-alun kota, dari Madrid hingga Santiago. Sekitar delapan juta warga Venezuela telah meninggalkan tanah air mereka akibat kemiskinan berkepanjangan dan penindasan politik. Di Caracas sendiri, kegembiraan terdengar lebih tertahan.
âSaya merasakan ledakan mengangkat saya dari tempat tidur. Saat itu saya berpikir: âYa Tuhan, hari itu akhirnya tiba,â dan saya menangis,â kata Maria Eugenia Escobar, warga berusia 58 tahun, kepada AFP.
Namun, jalan-jalan di ibu kota Venezuela tetap lengang dan banyak warga merasa cemas terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya.
Trump mengatakan dirinya tengah âmenunjuk orang-orangâ dari kabinetnya untuk mengambil alih kendali, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pemimpin Partai Republik itu tampak menolak kemungkinan oposisi Venezuela mengambil alih kekuasaan, dan justru menyebut bisa bekerja sama dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez.
Rodriguez menepis kemungkinan tersebut, menuntut pembebasan Maduro dan bersumpah akan âmembelaâ negaranya.
Proses Transisi
Pada Sabtu malam, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Rodriguez untuk mengambil alih kewenangan presiden âdalam kapasitas sebagai pejabat sementaraâ.
Ketertarikan Trump untuk memanfaatkan cadangan minyak mentah Venezuela yang sangat besar kini semakin jelas.
âKami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat⦠masuk, menggelontorkan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah,â ujarnya.
- Kebijakan AS
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump akan Melarang Perusahaan Pertahanan AS Terbitkan Dividen dan "Buy Back"
-
AS Bentuk Blok Dagang Mineral Kritis, Dorong Aliansi Global untuk Lepaskan Ketergantungan dari Dominasi China
-
Ekonom Ingatkan: Perluasan Peran Bank di Pasar Modal Tak Boleh Gelap
-
Usulan untuk Meeningkatan Status Lima Cagar Budaya di Sumut
-
Liga Champions: Guardiola Minta Manchester City Fokus Kalahkan Galatasaray
-
Pemkot Surabaya Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan Super Flu, Warga Diminta Tenang Namun Waspada
-
Gubernur: Pemprov Sumut Gratiskan Pendidikan di Nias Mulai 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.