Bayang-Bayang “Kasus Maresca” Menghantui MU, Amorim Singgung Dukungan Manajemen
Senin, 05 Jan 2026, 10:43 WIBMANCHESTER- Manchester United berpotensi menghadapi situasi pelik di balik layar setelah pelatih Ruben Amorim mengisyaratkan adanya perbedaan pandangan antara dirinya dan jajaran petinggi klub terkait strategi transfer. Pernyataan Amorim memunculkan kekhawatiran akan terulangnya konflik ala Enzo Maresca, yang berujung pada perpisahan dini di klub lain.
Memasuki fase awal bursa transfer Januari, aktivitas Manchester United terbilang minim. Hingga kini, Setan Merah baru memulangkan Toby Collyer dari masa peminjaman di West Bromwich Albion. Sementara itu, target gelandang kelas atas seperti Carlos Baleba, Elliot Anderson, dan Adam Wharton dinilai sulit direalisasikan pada bursa musim dingin. Nama James Garner dan Conor Gallagher disebut sebagai opsi yang lebih realistis.
Di atas lapangan, Amorim sejatinya memiliki preferensi kuat terhadap skema 3-4-3. Namun, dalam formasi tersebut, hanya tersedia dua slot gelandang inti. Amorim sempat mengubah pendekatan menjadi 4-2-3-1 saat menghadapi Newcastle United pada Boxing Day, keputusan yang terbukti jitu setelah United menang tipis 1-0.
Akan tetapi, pelatih asal Portugal itu kembali menggunakan formasi tiga bek saat ditahan Wolverhampton Wanderers 1-1. Menjelang laga melawan Leeds United di Elland Road, susunan taktik MU pun masih menjadi tanda tanya.
Dalam konferensi pers prapertandingan, Amorim secara terbuka mengakui bahwa sistem idealnya membutuhkan dukungan besar, baik dari sisi waktu maupun dana.
âSaya merasa jika kami ingin memainkan 3-4-3 secara sempurna, kami membutuhkan banyak uang dan waktu. Saya mulai memahami bahwa itu tidak akan terjadi. Jadi, mungkin saya harus beradaptasi,â ujar Amorim.
Pernyataan tersebut semakin memancing spekulasi ketika Amorim ditanya soal hubungannya dengan direktur sepak bola Manchester United, Jason Wilcox, terutama terkait dugaan penolakan klub untuk mendatangkan pemain incarannya. Amorim memilih menjawab singkat namun sarat makna.
âSaya tidak ingin membicarakan itu. Anda cukup pintar, jadiâ¦,â katanya, mengakhiri pertanyaan tersebut.
Komentar Amorim langsung mengingatkan publik pada kasus Enzo Maresca. Enam bulan lalu, hampir tak terbayangkan bahwa Maresca akan meninggalkan jabatannya lebih dulu sebelum Amorim berada di bawah tekanan di Old Trafford. Namun, kenyataannya, Maresca resmi berpisah dengan Chelsea pada Hari Tahun Baru, setelah sebelumnya menyiratkan minimnya dukungan dari manajemen.
Di Chelsea, perbedaan pandangan soal transfer disebut menjadi salah satu sumber utama ketegangan. Dewan klub menolak memberi Maresca kendali lebih besar atas kebijakan keluar-masuk pemain karena tetap berpegang pada model rekrutmen internal mereka.
Situasi serupa kini mulai terlihat di Manchester United. Di bawah rezim INEOS milik Sir Jim Ratcliffe, klub telah menetapkan arah jelas: fokus pada pemain muda bertalenta dan pemain yang memasuki usia emas, alih-alih merekrut bintang mapan yang mendekati usia 30 tahun.
Komentar Amorim mengindikasikan adanya gesekan dengan hierarki klub. Jika kedua belah pihak tetap bertahan pada prinsip masing-masing, skenario âkasus Marescaâ bukan hal yang mustahil terjadi di Old Trafford.
- Chelsea
- Manchester United
- Ruben Amorim
- Enzo Maresca
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Fase Makkah Berakhir, Jamaah Haji Indonesia Gelombang Terakhir Bergerak ke Madinah Hari Ini
-
Polres Bima Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Sabu
-
Hasil Pertandingan Grup H Piala Dunia 2026: Hancurkan Arab Saudi 4-0, Spanyol Puncaki Klasemen
-
Aplikasi GoPay Hadirkan fitur FAMS GG dan CHAMPS GG, Perkuat Koneksi Fans dengan Tim Esports Favorit
-
Mataram dan Pengzhou Jajaki Sister City, UMKM Mutiara dan Kuliner Jadi Fokus Kerja Sama Awal
-
Presiden Prabowo Soroti Besarnya Peran NU sebagai Penopang Stabilitas Politik Indonesia
-
Mulai 1 Juli, Keberangkatan Jemaah Umrah Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.