Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serius Garap Sorgum, Bapanas Ubah Karawang–Bandung Jadi Laboratorium Pangan

25 Minggu, 04 Jan 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Serius Garap Sorgum, Bapanas Ubah Karawang–Bandung Jadi Laboratorium Pangan Serius Garap Sorgum, Bapanas Ubah Karawang–Bandung Jadi Laboratorium Pangan Doc: ANTARA/ Fathnur Rohman
Ket. Ilustrasi - Bibit tanaman sorgum yang mulai dikembangkan di Cirebon, Jawa Barat.

JAKARTA – Pengembangan sorgum menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim. Tanaman ini relatif tahan kekeringan, adaptif di lahan marjinal, dan membutuhkan air lebih sedikit dibanding padi, sehingga cocok sebagai alternatif pangan di berbagai wilayah.

Sorgum tidak dimaksudkan menggantikan beras, melainkan melengkapi. Diversifikasi pangan lewat sorgum membantu mengurangi ketergantungan pada satu komoditas, membuka peluang nilai tambah bagi petani, serta memperluas pilihan konsumsi masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, sorgum bisa menjadi bagian penting dari sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengembangan sorgum di Kabupaten Karawang dan Kota Bandung, sebagai salah satu contoh penguatan pangan lokal yang dibangun secara terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi pengolahan.

"Di wilayah ini, sorgum dikembangkan sebagai komoditas adaptif yang mampu diolah menjadi beragam produk pangan dengan nilai ekonomi lebih tinggi," kata Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (3/1).

Ia menegaskan Bapanas terus memperkuat penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi pengolahan. Langkah itu untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pangan lokal, sekaligus memperkuat mata rantai pangan dari hulu hingga hilir agar berdampak langsung bagi petani dan pelaku usaha.

Andriko menyampaikan penguatan pangan lokal perlu ditopang oleh teknologi agar komoditas tidak berhenti sebagai bahan baku.

“Kita baru saja mengunjungi dua tempat pengolahan sorgum di Karawang dan Bandung, pengembangan sorgum ini akan kita bangun dari hulu sampai hilir. Petani memproduksi, hasilnya diserap oleh UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), lalu diolah menjadi produk pangan siap konsumsi yang bernilai tambah,” ujar Andriko.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bapanas memfasilitasi pengolahan pascapanen melalui penyediaan alat perontok, penyosoh, penepung, pengering, hingga peralatan pendukung lainnya.

Menurut dia, penguatan itu mendorong UMKM sorgum di Karawang mampu memproduksi berbagai olahan seperti bubur, kerupuk, tepung sorgum, hingga cookies berbahan sorgum.

Salah satu produk tersebut telah terserap ke dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Karawang, yakni cookies sorgum yang disuplai melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Andriko, penyerapan itu menunjukkan pangan lokal olahan memiliki peluang nyata untuk masuk ke sistem penyediaan pangan bergizi berskala nasional.

“Ketika produk pangan lokal sudah bisa masuk ke MBG, itu artinya kualitas, keamanan, dan kontinuitasnya sudah memenuhi kebutuhan. Ini menjadi bukti bahwa pangan lokal bisa berperan langsung dalam pemenuhan gizi masyarakat,” tutur Andriko.

Penguatan inovasi pangan lokal juga dikembangkan melalui dukungan teknologi lanjutan, salah satunya freeze dryer untuk produk berbasis sorgum. Teknologi itu memungkinkan produk seperti nasi sorgum, bubur, dan sari sorgum memiliki masa simpan lebih panjang dengan kandungan gizi yang tetap terjaga.

Bapanas memandang penguatan teknologi pangan lokal sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman.

Selain mendukung pasar komersial, produk olahan sorgum dan singkong juga diarahkan untuk mendukung suplai pangan ke SPPG dalam Program MBG.

Langkah ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Sayang Sekali, Leo/Daniel K...
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.