- Home
-
- Megapolitan
-
- Jalan Salemba Tengah Disul...
Jalan Salemba Tengah Disulap Jadi One Way, Dishub DKI Bongkar Biang Macet Jakarta Pusat
Minggu, 04 Jan 2026, 16:00 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa Sistem Satu Arah atau one way di Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat. Kebijakan ini akan diuji coba selama dua pekan, terhitung mulai 6 hingga 20 Januari 2026, sebagai upaya mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Melalui uji coba ini, arus lalu lintas Jalan Salemba Tengah yang sebelumnya dua arah akan diubah menjadi satu arah. Kendaraan hanya diperbolehkan melaju dari arah Jalan Salemba Raya menuju Jalan Percetakan Negara, Jalan Paseban Raya, dan Jalan Pramuka Jati.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menilai perubahan pola lalu lintas ini diperlukan karena tingginya volume kendaraan yang memicu kemacetan harian. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan antrean panjang, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Dalam keterangan resminya, Dishub DKI Jakarta menyebutkan bahwa rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di sejumlah ruas jalan sekitar Salemba Tengah. Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan tetap tertib dan pergerakan lalu lintas dapat berjalan lebih lancar selama masa uji coba berlangsung.
"Sehubungan dengan uji coba pengaturan lalu lintas Sistem Satu Arah di Jalan Salemba Tengah, Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di ruas-ruas jalan sekitar lokasi agar arus lalu lintas selalu tertib dan lancar." Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Dishub DKI Jakarta dan dikutip pada Minggu (4/1/2026).
Dishub DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan selama kebijakan ini diterapkan. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
"Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan." Dishub juga menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan serta disiplin berlalu lintas selama masa uji coba.
Menurut Dishub DKI Jakarta, salah satu alasan utama penerapan sistem satu arah ini adalah sering terjadinya konflik crossing di Jalan Salemba Raya. Kondisi tersebut menyebabkan tundaan antrean di Jalan Salemba Tengah dan membuat tingkat keselamatan jalan menurun.
Selain itu, kepadatan lalu lintas juga kerap terjadi di simpang empat Jalan Paseban Raya, Jalan Salemba Tengah, dan Jalan Percetakan Negara. Persimpangan ini menjadi titik rawan kemacetan karena pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah dalam waktu bersamaan.
Dishub DKI Jakarta mencatat bahwa pola lalu lintas eksisting di kawasan tersebut sudah tidak lagi seimbang dengan pertumbuhan volume kendaraan. Tanpa pengaturan ulang, potensi kemacetan dan kecelakaan dinilai akan terus meningkat.
Melalui penerapan sistem satu arah, Dishub berharap konflik antararus kendaraan dapat ditekan secara signifikan. Arus lalu lintas diharapkan menjadi lebih teratur karena pergerakan kendaraan hanya berasal dari satu arah utama.
Selama masa uji coba, Dishub DKI Jakarta akan melakukan evaluasi secara berkala. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan apakah sistem satu arah ini akan diberlakukan secara permanen atau disesuaikan kembali.
Petugas Dishub juga akan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan sesuai rencana. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat membantu pengguna jalan yang masih beradaptasi dengan pola lalu lintas baru.
Rekayasa lalu lintas ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta dalam menata mobilitas perkotaan. Penataan arus kendaraan dipandang krusial untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan pusat kota.
Dishub DKI Jakarta menegaskan bahwa keberhasilan uji coba ini sangat bergantung pada kerja sama seluruh pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dinilai menjadi kunci utama agar tujuan pengurangan kemacetan dapat tercapai.
Dengan diterapkannya sistem satu arah di Jalan Salemba Tengah, Pemprov DKI Jakarta berharap beban lalu lintas di kawasan tersebut dapat berkurang secara nyata. Kebijakan ini juga diharapkan mampu menciptakan kondisi jalan yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi semua pengguna jalan.
- Rekayasa Lalu Lintas
- One Way
- sistem satu arah
- kemacetan
- Jakarta Pusat
- kemacetan jakarta
- Atasi Kemacetan
- Dishub DKI Jakarta
- Jalan Salemba
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Tikam Turo, Tradisi Unik dan Sakral dari Larantuka
-
Mengelaborasi Model Pelestarian Sejarah dan Budaya Berbasis Kampung
-
Truk Sampah di TPS Cipinang Mengular Imbas Longsor Bantargebang
-
Gunung Semeru Alami 16 Kali Gempa Letusan Selama Enam Jam Terakhir
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Upah buruh tani di Sembalun NTB
-
Dishub DKI Sebut Pembukaan Jalan Lenteng Agung Dilakukan Bertahap Imbas Jalan Amblas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.