Sekda Kota Bandung Sebut Insenerator Pengolahan Sampah Cara Paling Cepat dan Efektif
Kamis, 01 Jan 2026, 00:40 WIBBANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menilai insenerstor salah satu solusi pengolahan sampah paling cepat dan efektif untuk mengurangi timbunan sampah di Kota Bandung saat ini. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan monitoring Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Rumah Deret Taman Sari, Kecamatan Bandung Wetan dan TPS Kecamatan Batununggal, Kelurahan Kacapiring, Selasa (30/12).
âKalau kita lihat secara umum, pengolahan sampah ini memang menjadi cara paling cepat dan paling efektif untuk saat ini,â ujar Zulkarnain.
Ia mencontohkan kondisi TPS di Kelurahan Kacapiring yang mengalami perubahan signifikan setelah adanya pengolahan sampah.
âDari yang tadinya TPS itu kelihatannya tidak tertata dan sampah menumpuk, sekarang dengan adanya pengolahan sampah jadi lebih tertib dan rapi,â kata dia.
Zulkarnain mengungkapkan Kelurahan Kacapiring saat ini bahkan sudah tidak memerlukan pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah di wilayah tersebut telah diolah secara mandiri.
âTadi juga dilaporkan bahwa Kelurahan Kacapiring sudah tidak perlu lagi mengirim sampah ke TPA. Artinya, sampahnya sudah bisa diolah sendiri dengan mesin pengolahan yang ada,â tutur dia.
Selain melayani wilayah Kacapiring, fasilitas pengolahan sampah tersebut juga melayani wilayah lain seperti Kelurahan Samoja. Dengan kapasitas yang ada, cukup banyak jenis sampah yang dapat diproses.
âKalau memungkinkan, ke depan kita akan upayakan penambahan kapasitas pengolahan di sana,â ucap dia.
Sementara itu untuk TPS Rumah Deret Tamansari, Zulkarnain menilai kapasitas pengolahan sampah masih sangat terbatas. Saat ini, kemampuan mesin pengolahan di lokasi tersebut maksimal sekitar 1 ton per hari.
âDari sisi pengolahan memang sangat terbatas. Selain itu, ada beberapa kendala teknis sehingga pengolahannya belum maksimal,â ucap dia.
Pemkot Bandung, lanjut Iskandar, akan berupaya mengoptimalkan fungsi TPS Taman Sari. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan mesin pengolahan sampah, mengingat volume sampah yang dihasilkan masyarakat di wilayah tersebut cukup besar.
âKita akan upayakan agar bisa difungsikan secara maksimal. Kalau memungkinkan, tentu akan ditambah mesin pengolahan lagi di sini,â kata dia.
Terkait rencana penambahan mesin pengolahan sampah, ia menyebutkan Pemkot Bandung telah merencanakan pengadaan lebih dari 20 unit mesin pada tahun anggaran mendatang.
âKemarin dari anggaran sudah direncanakan sekitar lebih dari 20 mesin pengolahan. Nanti kita lihat mana yang paling cocok, karena teknologinya bermacam-macam, ada RDF, komposter, dan lainnya,â ungkap dia.
Ia menegaskan, penambahan mesin pengolahan ini ditujukan untuk menekan timbulan sampah harian Kota Bandung yang mencapai sekitar 1.500 ton per hari.
âIntinya, dalam waktu cepat kita ingin tonase sampah yang dihasilkan setiap hari bisa berkurang signifikan,â tegas dia.
Menurut Zulkarnain, mengandalkan pengangkutan sampah ke TPA saja tidak lagi memungkinkan karena adanya pembatasan kapasitas.
âKalau hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA Sarimukti saja, itu juga sudah dibatasi. Jadi tidak bisa mengejar produksi sampah kota kita dengan kapasitas yang diperbolehkan ke sana,â pungkas dia. ils/I-1
- Penanganan Sampah
- Sekda Bandung
- insenerator
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
DLH DKI Jakarta Siagakan 1.790 Pasukan Orange, Bersihkan Sampah Akibat Banjir
-
Banjir Kedoya Hari Ini Bikin Aktivitas Lumpuh, Air Rendam Permukiman hingga 80 Cm
-
1.790 Pasukan Oranye Disiagakan untuk Menangani Sampah di Lokasi Rawan Banjir
-
Superflu Mengintai dari Luar Negeri, DPRD DKI Ingatkan Jakarta Jangan Kecolongan
-
Fokus dalam Penanganan Sampah dan Banjir pada 2027
-
Tak Pernah Setujui Penjaminan, Suami Lawan Sita Eksekusi Rumah oleh Perusahaan Asuransi
-
SIM Keliling Hadir Jumat Ini di Lima Wilayah Jakarta, Catat Lokasinya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.