Pendiri INDEF: Dampak Positif Program MBG Ini Agak Lain

Rabu, 31 Des 2025, 11:42 WIB

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama hampir satu tahun dinilai bukan sekadar program sosial, melainkan sebuah perubahan besar dalam haluan ekonomi nasional. Hal ini ditegaskan oleh pakar ekonomi sekaligus pendiri Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Dr. H. Didin S. Damanhuri, SE, MS. DEA.

Menurutnya, MBG merupakan pendekatan baru dalam ekonomi pembangunan. Selama ini, negara berkembang termasuk Indonesia cenderung mengadopsi prinsip meningkatkan pertumbuhan setinggi-tingginya (at all cost), bahkan jika harus sedikit mengorbankan pemerataan. Namun, MBG hadir dengan semangat human resource economics, sebuah pendekatan yang baru menjadi fokus para pakar ekonomi sejak 1992.

Ket. Foto: Prof. Dr. H. Didin S. Damanhuri, SE, MS. DEA. — Sumber: Istimewa

"Kalau MBG bisa konsisten dan (dilakukan) jangka panjang, ini akan menggeser pemikiran ekonomi di Indonesia yang lebih berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia. Karena ini kan agak lain. Biasanya strateginya adalah pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya, maka yang akan dipilih adalah pembangunan infrastruktur besar-besaran. Tapi ini menyangkut seluruh penduduk terutama memperbaiki ketimpangan gizi dan pendidikan," ujar Prof. Didin saat memberikan tinjauan ekonomi terhadap perjalanan satu tahun MBG.

Intervensi negara melalui gizi dianggap sangat strategis. Jika program ini terkonsolidasi, dampak makronya akan sangat luas. Kesenjangan antara masyarakat kelas atas dan bawah akan mengecil karena intervensi gizi negara yang menyasar 50% masyarakat kelas bawah.

Perubahan juga terasa nyata di tingkat akar rumput. Di SMAN 1 Taraju, Cibuntu, Tasikmalaya, MBG mengubah pola hidup siswa jadi lebih sehat. Alfi Alfian, siswa kelas XI, menceritakan bagaimana MBG mengubah kebiasaan makannya.

"Sebelum ada MBG, paling cuma jajan cireng. Sekarang setelah MBG saya tidak perlu bawa bekal dari rumah. Kata mama juga mantap di SMA ada MBG, sangat terbantu," ungkap Alfian dengan ceria.

Hal senada disampaikan oleh Nurhayati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Taraju. Ia mencatat adanya perubahan perilaku ekonomi dan kedisiplinan siswa sejak kehadiran program ini. Kebiasaan jajan di saat istirahat berkurang dan pengeluaran Rp12.000 - Rp15.000 per hari para siswanya kini turun.

“Kehadiran siswa juga ada perubahan karena mereka merasa terbantu. Minimal asupan gizi akan berdampak terhadap kesehatan. Dengan gizi yang sehat ada semangat mereka untuk sekolah. Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu, dengan adanya perbaikan gizi bisa dilihat efek jangka panjangnya," jelas Nurhayati.

Selain itu, jauh dari anggapan melemahkan pendidikan, MBG justru menjadi tulang punggung baru di sekolah. Program ini memberikan insentif tambahan bagi guru-guru honorer yang membantu kelancaran penyaluran makanan, sehingga meningkatkan pendapatan mereka di luar gaji rutin.

Kebijakan MBG yang tetap berjalan selama libur sekolah juga merupakan bukti komitmen negara yang konsisten menghadirkan nutrisi ke anak-anak Indonesia. Ini adalah langkah nyata mencegah stunting dan memperbaiki kualitas gizi secara berkelanjutan.

SPPG menggerakkan ekonomi lokal

Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah juga menjadi hal penting yang menggerakkan perekonomian lokal. Selain berpeluang menciptakan lapangan kerja bagi pegawai dan relawannya, para mitra SPPG juga menyerap produksi bahan pangan lokal dari petani dan peternak di tempat mereka beroperasi.

“Keberadaan kami ini betul-betul dirasakan selain oleh penerima manfaat tapi juga oleh pelaku ekonomi seperti pasar, petani, dan yang lainnya. Harapannya, kesempatan kerjasama dengan mereka untuk meningkatkan ekonomi daerah. SPPG jadi jembatan yang sangat strategis untuk memfasilitasi mereka. Alhamdulillah sampai saat ini kita bisa memberikan kontribusi yang positif,” ujar Mitra SPPG Cibuntu, Tasikmalaya, Tino Rirantino.

Prof. Didin juga mengamati bahwa masalah-masalah teknis pada program MBG yang muncul selama satu tahun ini telah berhasil diatasi dan dikonsolidasi dengan baik oleh Badan Gizi Nasional.

"Ini adalah situasi yang menciptakan optimisme jangka panjang. Bahwa pembangunan di Indonesia ini adalah longitudinal plan, yang bisa memperbaiki Indonesia masuk pada ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Bukan hanya masyarakat kelas atas saja yang bisa berpartisipasi, tapi nanti seluruh penduduk akan ikut terlibat. Ini dampaknya raksasa," pungkas Prof. Didin.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.