KSEI: Dividen Perbankan Dominasi Pasar Modal
Selasa, 30 Des 2025, 22:15 WIBJAKARTA â PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan bahwa sektor perbankan menjadi penyumbang dividen terbesar di pasar modal Indonesia sepanjang 2025.
Dominasi ini mencerminkan kinerja fundamental perbankan yang relatif solid, ditopang oleh stabilitas profitabilitas, permodalan yang kuat, serta kualitas aset yang terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
Secara struktural, besarnya kontribusi dividen dari sektor perbankan juga menegaskan peran bank sebagai jangkar pasar modal domestik.
Bagi investor, konsistensi pembagian dividen memperkuat daya tarik saham perbankan sebagai instrumen berisiko moderat dengan imbal hasil yang relatif stabil.
Sementara bagi pasar, kondisi ini membantu menjaga kepercayaan dan aliran dana, terutama di tengah fluktuasi sektor-sektor lain yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi.
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengungkapkan sektor perbankan menyumbangkan dividen sebesar Rp80,34 triliun sepanjang tahun 2025, diikuti oleh sektor energi-batu bara senilai Rp27 triliun.
"Selama 2025, sektor financial atau perbankan itu mendistribusikan dividen sebesar Rp80,3 triliun. Kemudian sektor energi, di bawahnya ada sektor energy-coal production itu Rp27 triliun," ungkap Samsul dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Gedung BEI Jakarta, Selasa (30/12).
Selanjutnya, terdapat sektor infrastruktur & layanan telekomunikasi terintegrasi yang membagikan dividen sebesar Rp20,18 triliun sepanjang tahun 2025, dan perusahaan industri & holding multi sektor senilai Rp10,48 triliun.
Kemudian, sektor infrastruktur & layanan telekomunikasi nirkabel yang membagikan dividen senilai Rp10,46 triliun sepanjang tahun 2025.
Sepanjang tahun 2025, Samsul mengungkapkan KSEI telah mendistribusikan tindakan korporasi senilai Rp491 triliun atau tumbuh dibandingkan senilai Rp469 triliun pada periode sama tahun sebelumnya, yang mencakup sebanyak 7.610 tindakan korporasi.
"Dari 7.610 tindakan tersebut, sebagian besar adalah pendistribusian bunga obligasi, kemudian bagi hasil, pelunasan pokok, kemudian pembagian dividen, serta kegiatan lainnya yang KSEI lakukan dalam angka mendistribusikan tindakan korporasi kepada investor," ujar Samsul.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan saat ini investor di pasar modal Indonesia telah tumbuh 36 persen year on year (yoy) menjadi sebanyak 20,2 juta Single Investor Identification (SID) dibandingkan sebanyak 14,8 juta SID pada akhir 2025.
"Pertumbuhan ini rasanya bagian dari hasil yang telah dilakukan oleh kita semua dalam memasyarakatkan atau menyebarluaskan manfaat dan fungsi dari pasar modal kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujar Samsul.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Warga Jabodetabek Padati KRL untuk Silaturahmi Rayakan Lebaran
-
Senator Agita: Perubahan Tata Kelola Ibadah Haji Harus Diikuti Kesiapan Daerah
-
Cegah Judol Merajalela, Polri Minta Perbankan Perketat Prosedur Pembukaan Rekening
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Basarnas: Nelayan Lansia Asal Kalsel Selamat Setelah Hilang Enam Hari
-
Pemkot Makassar: Ramadhan Fair Perkuat Ekosistem UMKM
-
PT KAI: Tiket Lebaran 2026 Masih Tersedia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.