Donggala Dorong Ekonomi Biru, Nelayan Dapat Bantuan Alat Tangkap

Selasa, 30 Des 2025, 23:05 WIB

DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menyalurkan bantuan perahu nelayan berukuran 3–5 GT, alat tangkap hand line, perlengkapan keselamatan laut, serta alat pendeteksi ikan digital sebagai bagian dari penguatan ekonomi biru di sektor kelautan dan perikanan.

Bantuan ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperbaiki aspek keselamatan dan efisiensi usaha penangkapan.

Ket. Foto: Bupati Donggala Vera Elena Laruni saat menyerahkan bantuan alat tangkap ikan kepada kelompok nelayan di Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (30/12/2025). — Sumber: ANTARA/Moh Salam

Secara analitis, intervensi tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah mendorong transformasi sektor perikanan dari aktivitas tradisional menuju praktik yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dengan dukungan sarana produksi dan teknologi, nelayan diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan, menekan biaya operasional, serta memperkuat kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian daerah.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni saat ditemui awak media di Banawa, Selasa (30/12), mengatakan, pihaknya memastikan terus mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni melalui penguatan di sektor kelautan dan perikanan.

Salah satu upaya pemerintah daerah dengan program pemberdayaan nelayan dan masyarakat pesisir di Kabupaten Donggala.

"Jadi upaya ini merupakan bagian dari penjabaran visi pembangunan Donggala Sejahtera, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, dengan fokus utama pada peningkatan kesejahteraan nelayan melalui penguatan kelembagaan serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Tangkap," kata Vera

Ia mengemukakan, bantuan kapal dan alat tangkap ikan itu diberikan kepada kelompok nelayan di Kecamatan Banawa, Sindue Tombusabora, serta wilayah pesisir sekitarnya.

"Tentunya penguatan sektor kelautan dan perikanan merupakan kunci pembangunan daerah pesisir, ke depan nelayan harus didukung tidak hanya dengan semangat, tetapi juga dengan alat kerja yang memadai agar produktivitas dan keselamatan mereka meningkat," ucapnya.

Ia menuturkan, pemerintah daerah juga mendorong pemberdayaan kelompok ibu-ibu pengolah dan pemasar hasil perikanan.

"Jadi dukungan ini diberikan dalam bentuk bantuan kemasan produk olahan perikanan serta fasilitasi sertifikasi halal untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas," sebutnya.

Menurut dia, pelayanan sektor perikanan di Kabupaten Donggala mencakup wilayah pesisir yang sangat luas, mulai dari Pesisir Surumana di Kecamatan Banawa Selatan hingga Pesisir Ogoamas di Kecamatan Sojol Utara.

"Dengan kondisi geografis demikian, pelaksanaan program pemberdayaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran daerah," kata dia.

Vera menjelaskan, tetap berkomitmen untuk memastikan pelayanan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, serta kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan dapat diberikan secara optimal, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat pesisir.

“Kami pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat pesisir tidak tertinggal. Program ini akan terus kami lanjutkan secara berkesinambungan demi masa depan Donggala yang berdaya saing dan berkelanjutan," ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.