Ampenan Huis Mataram NTB, Titik Kumpul Penikmat Durian di Malam Pergantian Tahun

Selasa, 30 Des 2025, 17:55 WIB

MATARAM – Jika malam Tahun Baru identik dengan kembang api dan hitung mundur, di Kota Tua Ampenan, Kota Mataram, perayaannya punya aroma khas—durian.

Kawasan Ampenan Huis diprediksi menjadi salah satu titik keramaian pada malam Tahun Baru 2026, bukan karena panggung musik megah, melainkan deretan lapak durian yang siap menggoda siapa saja yang lewat.

Ket. Foto: Areal Ampenan Huis di Kota Tua Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. — Sumber: ANTARA/ Nirkomala.

Sejak senja, kawasan ini biasanya mulai ramai. Lampu-lampu lapak menyala, pisau dibersihkan, dan tumpukan durian tersusun rapi seperti etalase kebahagiaan.

Pengunjung datang berombongan, ada yang sekadar mencicip, ada pula yang sudah hafal lapak langganan. Tawarnya santai, makannya serius.

Ampenan Huis memang punya daya tarik berbeda. Di tengah suasana Kota Tua yang penuh cerita, durian menjadi alasan orang betah berlama-lama.

Tak sedikit yang memilih menyambut pergantian tahun sambil duduk santai, berbagi tawa, dan tentu saja berbagi aroma durian yang khas—yang dicintai sebagian orang, dan “ditoleransi” oleh sebagian lainnya.

Malam Tahun Baru di Ampenan Huis pun bukan soal pesta besar, melainkan kebersamaan sederhana. Di sana, waktu berjalan pelan, obrolan mengalir, dan detik-detik menuju 2026 terasa lebih hangat—meski tanpa kembang api, tapi dengan durian yang selalu jadi bintang utama.

"Kawasan Ampenan Huis menjadi pusat wisata kuliner khusus durian, yang akan diburu masyarakat untuk merayakan tahun baru," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ampenan Huis Taufan di Mataram, Selasa (30/12).

Di areal Ampenan Huis, katanya, masyarakat bisa menikmati kuliner durian sambil menunggu malam pergantian tahun. Meskipun di Ampenan Huis tidak ada acara apapun.

Namun demikian, pihaknya tetap mengingatkan para pengunjung untuk tidak menyalakan dan membunyikan kembang api sesuai imbauan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

"Malam pergantian tahun, tidak ada musik dan tidak ada bintang tamu. Tapi mungkin kami keluarkan sound system untuk menghibur pengunjung di areal Ampenan Huis," katanya.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung saat malam tahun baru, Pokdarwis Ampenan Huis telah bekerja sama dengan Karang Taruna untuk melakukan pengawasan di kawasan tersebut.

"Kami juga sudah meminta agar dilakukan patroli oleh tim gabungan di kawasan Ampenan Huis," katanya.

Dikatakan, para pelaku usaha diberikan keleluasaan untuk berjualan dan tidak ada batas waktu yang diberikan pada malam pergantian tahun dengan catatan tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Menurut dia, jumlah lapak durian dan kuliner lain di Ampenan Huis sekitar 30 lebih dan rata-rata para pedagang datang dari Lombok Barat.

Sementara pengunjung yang datang tidak saja warga Kota Mataram melainkan luar daerah seperti Pulau Sumbawa.

"Kawasan Ampenan Huis sudah terkenal menjadi sentral durian di Kota Mataram," katanya.

Pengunjung yang datang ke pusat durian dapat menjadi media promosi pariwisata kuliner gratis sebab kedatangan mereka diharapkan membawa cerita baik kepada kerabatnya.

"Dengan begitu, jumlah pengunjung akan semakin ramai dan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), salah satu sumbernya adalah retribusi parkir," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.