• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Terancam Punah, Kucing Lan...

Terancam Punah, Kucing Langka Ditemukan Lagi di Hutan Konservasi di Thailand

Minggu, 28 Des 2025, 13:00 WIB

BANGKOK - Seekor kucing liar langka yang lama dikhawatirkan telah punah di Thailand ditemukan kembali setelah penampakan terakhir yang tercatat tiga dekade lalu, kata otoritas konservasi dan sebuah LSM, Jumat (26/12).

Kucing berkepala pipih termasuk di antara kucing liar paling langka dan paling terancam punah di dunia. Habitat mereka terbatas di Asia Tenggara dan mereka terancam punah karena habitatnya yang semakin menyusut.

Ket. Foto: Kucing berkepala pipih termasuk di antara kucing liar paling langka dan paling terancam punah di dunia. — Sumber: AFP

Kucing berukuran sebesar kucing domestik dengan ciri khas mata bulat dan berdekatan ini terakhir kali terlihat dalam penampakan yang terdokumentasi di Thailand pada tahun 1995.

Namun, survei ekologis yang dimulai tahun lalu, menggunakan perangkap kamera di Suaka Margasatwa Putri Sirindhorn di Thailand selatan, mencatat 29 deteksi, menurut Departemen Taman Nasional, Margasatwa dan Konservasi Tanaman negara itu dan organisasi konservasi kucing liar Panthera.

"Penemuan kembali ini menggembirakan, namun sekaligus mengkhawatirkan," kata dokter hewan dan peneliti Kaset Sutasha dari Universitas Kasetsart kepada AFP. Ia mencatat fragmentasi habitat telah membuat spesies ini semakin "terisolasi".

Belum jelas berapa banyak individu yang terdeteksi, karena spesies ini tidak memiliki tanda yang khas sehingga penghitungannya sulit.

Namun, temuan tersebut menunjukkan konsentrasi spesies yang relatif tinggi, kata manajer program konservasi Panthera, Rattapan Pattanarangsan, kepada AFP.

Rekaman tersebut menampilkan seekor kucing berkepala pipih betina bersama anaknya -- sebuah pertanda langka dan menggembirakan bagi spesies yang biasanya hanya melahirkan satu anak dalam satu waktu.

Kucing berkepala pipih, yang aktif di malam hari dan sulit ditemukan, biasanya hidup di ekosistem lahan basah yang lebat seperti rawa gambut dan hutan bakau air tawar, lingkungan yang sangat sulit diakses oleh para peneliti, kata Rattapan.

Secara global, Uni Internasional untuk Konservasi Alam memperkirakan sekitar 2.500 kucing berkepala pipih dewasa masih hidup di alam liar, sehingga spesies ini diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah. 

Di Thailand, spesies ini telah lama terdaftar sebagai "kemungkinan punah". 

Hutan rawa gambut Thailand telah mengalami fragmentasi yang parah, sebagian besar karena konversi lahan dan perluasan pertanian, kata Kaset, yang tidak terlibat dalam survei ekologi tetapi telah meneliti kucing liar selama bertahun-tahun.

Hewan-hewan tersebut juga menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari penyebaran penyakit oleh hewan peliharaan, dan mereka kesulitan untuk bereproduksi di daerah-daerah terpencil. 

Meskipun penemuan kembali ini memberikan harapan, ini hanyalah "titik awal" untuk upaya konservasi di masa depan, katanya.

"Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah ini -- bagaimana memungkinkan mereka untuk hidup berdampingan dengan kita secara berkelanjutan, tanpa terancam."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Wow Ini Cara Unik Vokalis Grup Musik Kahitna Hedi Yunus untuk Rayakan Ulang Tahun

Makin Bersih dan Asri, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Alat Berat Tata Sungai Code

Arthur Gea Raih Gelar ATP Perdana di Los Cabos, Taylor Fritz Tantang Rafael Jodar di Final Washington

Pentagon Jadwalkan Jet Tempur Generasi Keenam F-47 Terbang Tahun 2028

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Jadi Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Roma Bidik Penyerang Aston Villa Evann Guessand, Negosiasi Berpotensi Gunakan Skema Pinjaman

Bursa Transfer: Manchester United Pertahankan Enzo Kana-Biyik, Schalke Bidik Buonanotte

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

Rudal Balistik Hipersonik Iran: Pejabat Pentagon Peringatkan Pasukan AS akan Kesulitan Menghadapi Kheibar Shekan

Piala AFF 2026: Thailand Gusur Malaysia ke Puncak Grup B, Anthony Hudson Puji Clean Sheet Tim Asuhannya

Cegah Pencemaran Meluas, Enam Ton Minyak Berhasil Dibersihkan dari Perairan Semau

Kapten Timnas Sepak Bola Indonesia Rizky Ridho: para Pemain Tidak Akan Terpancing Provokasi Vietnam

Wajib Ditiru Kebijakan Ini, Pemkab Gianyar Bali Lindungi 595 Seniman melalui BPJS Ketenagakerjaan

Debut Enzo Maresca di Manchester City Berakhir Pahit, Tetap Puas Meski Kalah Adu Penalti dari Inter Milan

Dampak Kekeringan, PMI Cianjur Distribusikan Air Bersih untuk 1.322 Keluarga

Ning Lia: Jatim Juara Umum LKS Nasional Empat Kali Berturut-turut Bukti Konsistensi Gubernur Khofifah Bangun Ekosistem Pendidikan

Fiskal Daerah Tercekik, Politik Anggaran Perlu Dikoreksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.