Film 'Timur' Sisihkan Penjualan Tiket untuk Bantu Korban Bencana di Sumatra

Selasa, 23 Des 2025, 15:30 WIB

JAKARTA - Film “Timur” tidak hanya hadir sebagai tontonan aksi di layar lebar, tetapi juga membawa misi kemanusiaan. Produser Eksekutif “Timur”, Yentonius Jerriel Ho, memastikan sebagian hasil penjualan tiket film tersebut akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Yentonius menyampaikan bahwa nilai persaudaraan, pengorbanan, dan kemanusiaan yang menjadi inti cerita film “Timur” tidak ingin berhenti sebagai narasi fiksi semata. Menurutnya, pesan tersebut perlu diwujudkan dalam aksi nyata, terutama di tengah situasi darurat yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra.

Ket. Foto: — Sumber: Media Indonesia

“Sebisa mungkin, hasil penjualan tiket film ‘Timur’ kami salurkan untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak banjir bandang,” ujar Yentonius di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh pihak yang terlibat dalam produksi film, mulai dari manajemen, pemain, kru, hingga para pekerja seni di bawah naungan Uwais Pictures. Gagasan ini, kata dia, disambut dengan antusias dan rasa haru oleh seluruh tim produksi.

Menurut Yentonius, sutradara sekaligus pemeran utama “Timur”, Iko Uwais, serta para produser lain turut mendukung penuh langkah tersebut. Bagi mereka, film ini bukan hanya medium hiburan, tetapi juga sarana untuk memperkuat solidaritas sosial.

“Usulan ini diterima dengan suka cita oleh semua pihak. Ada perasaan tersentuh karena film ini bisa menjadi jembatan untuk membantu sesama,” katanya.

Melalui inisiatif tersebut, Uwais Pictures juga mengajak masyarakat luas untuk bergotong royong meringankan beban para korban bencana. Yentonius menegaskan, bantuan tidak diukur dari besar kecilnya nominal, melainkan dari kepedulian dan kehadiran bersama sebagai satu bangsa.

“Ini bukan soal siapa atau seberapa besar kontribusi yang diberikan. Ini tentang kehadiran kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong merupakan nilai yang telah lama melekat dalam identitas masyarakat Indonesia dan perlu terus dijaga, terutama ketika menghadapi berbagai krisis kemanusiaan.

Sementara itu, secara genre, “Timur” mengusung aksi dengan koreografi pertarungan intens dan visual sinematik modern, yang dipadukan dengan cerita tentang perjuangan, kemanusiaan, dan nasionalisme. Film ini juga mencuri perhatian karena memilih tetap tayang di tengah persaingan ketat dengan sejumlah film blockbuster internasional.

Menurut Yentonius, keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan diri terhadap kualitas karya anak bangsa. Ia menilai industri film Indonesia memiliki kapasitas dan martabat untuk berdiri sejajar dengan produksi film luar negeri.

Melalui “Timur”, pesan persaudaraan tidak hanya disampaikan lewat cerita di layar, tetapi juga melalui langkah konkret untuk membantu sesama di saat dibutuhkan.

  • banjir sumatera 2025
  • iko uwais
  • film timur

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.