• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Saksi Amerika Utara – Eu...

Saksi Amerika Utara – Eurasia yang Terbentuk Sejak Gempa 1789

Senin, 22 Des 2025, 05:20 WIB

Celah Silfra atau Silfra Fissure terbentuk dari proses geologi panjang yang hingga kini masih berlangsung. Rekahan ini muncul sebagai akibat langsung pergerakan lempeng Amerika Utara dan lempeng Eurasia yang terus saling menjauh di bawah Islandia, wilayah yang berada tepat di atas jalur aktif Mid-Atlantic Ridge. Silfra Fissure tidak terbentuk dalam satu tahun tertentu, melainkan melalui proses geologi bertahap. Namun, tahun 1789 dicatat sebagai momen paling penting dalam pembentukannya.

Pada tahun itu Islandia mengalami gempa bumi besar di kawasan Þingvellir yang menyebabkan permukaan tanah retak dan ambles secara signifikan. Peristiwa inilah yang membentuk sistem rekahan besar yang kemudian berkembang menjadi Silfra Fissure seperti yang dikenal saat ini.

Ket. Foto: Para penyelam snorkel difoto di celah Silfra utama pada 26 Juli 2022 di Thingvellir, Islandia. — Sumber: AFP/Jeremie RICHARD

Setelah 1789 rekahan Silfra terus melebar dan memanjang akibat pergerakan lempeng Amerika Utara dan Eurasia. Prosesnya masih berlangsung hingga sekarang, dengan pelebaran dua hingga tiga sentimeter per tahun. Silfra dikategorikan sebagai rekahan aktif, bukan formasi geologi purba yang sudah “selesai”

Islandia menempati posisi unik di dunia. Jika di sebagian besar kawasan Mid-Atlantic Ridge berada di dasar samudra, di negara Nordik ini punggungan tektonik tersebut justru muncul ke permukaan daratan akibat aktivitas vulkanik yang intens. Kondisi inilah yang membuat pemisahan lempeng benua dapat diamati secara kasat mata, salah satunya melalui Silfra Fissure di Taman Nasional Þingvellir. Pergerakan dua lempeng raksasa tersebut berlangsung lambat namun konstan, dengan laju sekitar dua hingga tiga sentimeter per tahun. Seiring waktu, tekanan yang terbentuk di kerak bumi dilepaskan melalui gempa bumi dan retakan memanjang.

Salah satu peristiwa kunci terjadi pada gempa besar tahun 1789, yang menyebabkan tanah di kawasan Þingvellir merekah dan ambles, membentuk sistem celah dan patahan baru. Dari rangkaian proses inilah Silfra mulai berkembang menjadi rekahan seperti yang dikenal saat ini.

Bagi para ahli geologi, Silfra adalah bukti nyata bahwa bumi bukan entitas statis. Rekahan ini memperlihatkan bagaimana pergerakan benua, gempa bumi, dan proses alam jangka panjang berpadu membentuk lanskap baru. Silfra Fissure berdiri sebagai saksi hidup dinamika planet yang terus berubah perlahan. hay

  • Silfra Fissure

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.