Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman hingga Awal 2026
Senin, 22 Des 2025, 13:10 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi warga ibu kota berada dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Januari 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pemantauan stok pangan terus dilakukan secara rutin untuk memastikan pasokan tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat, terutama bahan pangan utama, masih dapat dipenuhi tanpa kendala berarti hingga awal tahun depan.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta per 19 Desember 2025, kebutuhan beras di Jakarta mencapai sekitar 2.600 ton per hari atau setara 78 ribu ton per bulan. Sementara itu, stok beras yang tersedia saat ini tercatat mencapai sekitar 303 ribu ton, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk menopang kebutuhan warga dalam beberapa bulan ke depan.
Meski demikian, Pemprov DKI mencermati adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, khususnya daging ayam dan telur. Kenaikan harga tersebut telah terjadi sejak beberapa bulan terakhir dan cenderung meningkat menjelang momen akhir tahun.
Di sejumlah pasar tradisional, harga daging ayam dilaporkan mengalami lonjakan signifikan. Di Pasar Tomang, Jakarta Barat, misalnya, harga ayam per ekor menembus Rp45 ribu, jauh di atas harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp32 ribu hingga Rp35 ribu per ekor.
Menanggapi kondisi tersebut, Rano Karno menyebut Pemprov DKI akan menggelar Rapat Pimpinan Terbatas untuk mengevaluasi penyebab kenaikan harga sekaligus merumuskan langkah pengendalian yang tepat. Menurutnya, tantangan stabilitas pangan akan semakin kompleks seiring memasuki tahun 2026.
Sebagai salah satu opsi penanganan, Pemprov DKI mempertimbangkan penguatan program pangan bersubsidi guna membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga, khususnya pada komoditas protein hewani yang menjadi kebutuhan harian.
Pemprov DKI menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan stabilitas harga, agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi akhir tahun.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan
Berita Terkait:
-
Lantik 1.500 Pengurus FUHAB, Gubernur Pramono Tekankan Pentingnya Toleransi
-
Progres LRT Jakarta Velodrome–Manggarai 97,9 Persen, Siap Operasi Akhir Agustus
-
FIFA ASEAN Cup 2026: Pemprov DKI Siapkan Lapangan Soemantri dan Banteng
-
Arah Kebijakan MUI DKI 2025–2030 Resmi Didukung Pemprov DKI Jakarta
-
Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
-
Jakarta IP Market 2026 Resmi Dibuka, Dorong IP Lokal Tembus Global
-
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditarget Selesai 2028, Diproyeksi Redam Banjir 20 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.