Bali Disebut Sepi Jelang Akhir Tahun, PHRI: 'Reservasi Mulai 20 Desember'
Senin, 22 Des 2025, 12:26 WIBJAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menegaskan bahwa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Bali tidak akan berlangsung sepi, meski kondisi kunjungan wisatawan saat ini masih terlihat lengang. PHRI menyebut lonjakan wisatawan justru mulai terjadi menjelang 20 Desember.
Ketua BPC PHRI Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan situasi sepi yang terlihat belakangan ini merupakan pola musiman yang kerap terjadi menjelang puncak libur akhir tahun. Ia merespons isu di media sosial yang menyebut Bali mengalami penurunan drastis kunjungan wisatawan akibat persoalan sampah, banjir, dan kemacetan.
Menurut pria yang akrab disapa Gung Rai itu, sebagian besar wisatawan memang baru melakukan reservasi dan mulai datang mendekati masa libur Natal. Ia menyebut pemesanan hotel dan akomodasi mulai terlihat signifikan sejak 20 Desember.
Gung Rai optimistis arus wisatawan akan meningkat seiring masuknya dua periode libur panjang, yakni libur Natal pada 20â27 Desember 2025 serta libur Tahun Baru yang berlangsung hingga 5 Januari 2026. Ia memperkirakan kondisi pariwisata Bali akan kembali ramai selama periode tersebut.
Meski demikian, PHRI mengakui adanya penurunan kunjungan wisatawan pada November hingga awal Desember. Namun secara keseluruhan, capaian wisatawan mancanegara sepanjang 2025 dinilai masih berada di jalur positif. Hingga November, jumlah kunjungan wisatawan asing hampir menyentuh target yang ditetapkan pemerintah.
Gung Rai menyebut pemerintah menargetkan 6,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025. Berdasarkan data sementara, angka tersebut sudah mendekati 6,4 juta kunjungan. Ia pun optimistis jumlah tersebut bisa terlampaui hingga mencapai sekitar 6,8 juta kunjungan pada akhir tahun.
Dari sisi tingkat hunian, okupansi hotel di wilayah Badung saat ini berada di kisaran 70 persen. PHRI memproyeksikan angka tersebut dapat meningkat hingga rata-rata 80 persen selama libur Natal, bahkan mendekati penuh saat pergantian tahun.
Di balik optimisme tersebut, PHRI tidak menutup mata terhadap persoalan lingkungan yang masih menjadi sorotan. Gung Rai menilai isu sampah, banjir, dan kerusakan lingkungan kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk membentuk citra negatif Bali di mata internasional.
PHRI pun mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan terkait agar lebih responsif menangani persoalan lingkungan tersebut. Selain itu, antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru juga dinilai penting demi menjaga kenyamanan dan keselamatan wisatawan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan
Berita Terkait:
-
Ekonomi Digital Tak Bisa Stagnan! Airlangga Dorong Inovasi Tanpa Henti
-
Larangan membuang sampah organik di TPA Suwung Bali
-
Internet Gratis untuk Semua! Cek Daftar 48 Titik WiFi Publik di Tanjungpinang yang Bikin Hemat Kuota
-
KKP Awasi Ketat Pemanfaatan Ruang Laut Kawasan Kura-Kura Bali
-
Penyaluran bantuan pangan di Semarang
-
WFH Jumat Berlaku di Jakarta, Pemprov DKI Atur Skema 25-50 Persen Pegawai
-
Iran: Selat Hormuz Tak Akan Pernah Kembali Seperti Dulu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.