Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bandung Ikut Tenggelam? Badan Geologi Ungkap Kota di Dataran Tinggi Turun Lebih dari 5 Cm per Tahun

📅 Minggu, 21 Des 2025, 22:46 WIB | Oleh:
Bandung Ikut Tenggelam? Badan Geologi Ungkap Kota di Dataran Tinggi Turun Lebih dari 5 Cm per Tahun Doc: ANTARA/HO Badan Geologi
Ket. Peta penurunan muka tanah di beberapa wilayah Pulau Jawa.

BANDUNG - Penurunan muka tanah tak hanya terjadi di wilayah pesisir. Badan Geologi mencatat Bandung Raya mengalami amblasan lebih dari lima sentimeter per tahun akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia.

Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Badan Geologi, Agus Cahyono Adi mengatakan, Kota Bandung dan secara lebih besar lagi kawasan Bandung Raya mengalami penurunan muka tanah lebih dari lima sentimeter per tahun dengan berbagai faktor.

Pertama, kata Agus di Bandung, Minggu, faktornya adalah masifnya industri, tapi kemudian ada juga alasan tanah lunak dan sedimen muda atau kondisi geologi, lalu urbanisasi yang masif, beban bangunan, serta eksplorasi air tanah yang berlebihan.

"Penurunan muka tanah multifaktor. Wilayah Bandung ini kan terbentuk dari danau purba ya, jadi endapan sedimennya relatif lebih labil daripada daerah yang terbentuk dari bekuan lava yang lebih kuat," katanya.

Agus menjelaskan, sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan muka tanah tidak semuanya bisa tertanggulangi, khususnya yang berkaitan dengan kegeologian.

Namun, ada faktor yang bisa tertanggulangi untuk meminimalisasi penurunan muka tanah, yaitu penghentian penggunaan air tanah.

"Faktor alam tidak bisa (dikendalikan), yang bisa dikendalikan adalah mengurangi penggunaan air tanah," katanya.

Selain Bandung, daerah lain yang mengalami penurunan muka tanah lebih dari lima sentimeter adalah Jakarta Utara, Semarang (Genuk, Tanjung Mas, dan Kaligawe), kemudian Sayung di Demak, pesisir Pekalongan, serta Surabaya sebelah timur dan utara.

Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya juga mengatakan faktor penyebab penurunan tanah itu adalah kondisi geologi, yaitu sedimen atau endapan berumur muda dan tanah lunak. Yang kemudian memperparah adalah eksploitasi air tanah secara berlebihan, beban bangunan, dan urbanisasi masif.

Ketika berkombinasi dengan adanya kenaikan muka laut karena pemanasan global, penurunan tanah yang terjadi berpotensi melahirkan risiko banjir dan rob secara permanen. Dampak lainnya adalah kerusakan infrastruktur dan bangunan, serta menurunnya kualitas hidup dan lingkungan terkait masalah kesehatan dan sanitasi.

"Serta kerugian ekonomi akibat meningkatnya biaya perbaikan bangunan dan infrastruktur pada daerah terdampak dan hilangnya wilayah daratan," ujar Lana.

Dia menuturkan bahwa dampak amblasan atau penurunan tanah (land subsidence) merupakan salah satu ancaman bencana yang terjadi dalam waktu lama, namun berdampak cukup luas. Umumnya meliputi wilayah perkotaan, industri, dan pemukiman padat.

Amblasan yang terjadi di wilayah pesisir utara Pulau Jawa, berdasarkan pemantauan Badan Geologi, telah membuat daratan seperti Jakarta dan Semarang sejajar atau bahkan lebih rendah dari muka laut atau hilang.

Perubahan daratan menjadi perairan yang permanen itu menghilangkan permukiman dan tambak dari peta daratan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.