Nestle Perkuat Resapan Air dan Cegah Longsor Lewat Reforestasi di Batang
Jumat, 19 Des 2025, 14:45 WIBJAKARTA â Indonesia kini sedang menghadapi tekanan lingkungan yang semakin kompleks. Negeri ini kehilangan tutupan hutan rata-rata sekitar 650.000 hektar per tahun, sementara di Pulau Jawa lebih dari 90% tutupan hutan telah berkurang sejak awal abad ke-20.
Untuk mengatasi hal tersebut, melalui program #BersamaNestlé: Aksi Nyata Hijaukan Hutan, Nestlé Indonesia melanjutkan aksi penanaman 1.000 pohon di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada hari Kamis, 18 Desember 2025.
Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian inisiatif reforestasi Nestlé Indonesia sebagai upaya memperkuat fungsi resapan air, menjaga stabilitas tanah, serta mendukung mitigasi perubahan iklim. Dalam pelaksanaannya, kegiatan penanaman pohon turut melibatkan Kelompok Tani Desa Sodong, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta 60 karyawan internal Nestlé Indonesia Pabrik Bandaraya.
Kegiatan #BersamaNestlé: Aksi Nyata Hijaukan Hutan turut dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Teguh Winarno,Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Ila Dhiama Warni, serta Direktur Utama Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang Mulyono. Rangkaian kegiatan mencakup penyediaan bibit, proses penanaman, pemantauan, hingga pemeliharaan berkelanjutan.
Kabupaten Batang sendiri termasuk wilayah dengan risiko gerakan tanah menengah hingga tinggi, di mana berkurangnya tutupan vegetasi dapat melemahkan daya serap tanah dan meningkatkan risiko erosi serta longsor.
Menyikapi kondisi tersebut, Nestlé Indonesia melalui pilar keberlanjutan âGood for Planetâ berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengatasi isu-isu prioritas lingkungan, termasuk perlindungan ekosistem dan mitigasi perubahan iklim, sebagai bagian dari agenda pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.
Factory Manager Pabrik Nestlé Indonesia Pabrik Bandaraya, Norman Tri Handono menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan. Kegiatan #BersamaNestlé: Aksi Nyata Hijaukan Hutan merupakan upaya Nestlé Indonesia untuk melanjutkan komitmen yang telah dipegang sejak pertama kali beroperasi di Indonesia 50 tahun silam  yakni Creating Shared Value.
âKeyakinan kami bahwa keberhasilan bisnis tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Hari ini, kami tidak bekerja sendiri. Inisiatif ini lahir dari kolaborasi yang erat antara Nestlé Indonesia, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan komunitas tani sekitar,â  ungkapnya melalui siaran pers pada hari Jumat (19/12).
âKami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi berbagai pihak. Kolaborasi ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang membangun ekosistem yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam,â imbuhnya.Â
Secara ekologis, penanaman 1.000 pohon ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar ±22 ton COâ per tahun, berdasarkan rata-rata serapan 22 kg COâ per pohon per tahun. Pohon trembesi dewasa bahkan dapat menyerap hingga 28 kg COâ per tahun.
Selain itu, penambahan tutupan vegetasi di area lereng-lereng perbukitan berpotensi meningkatkan kapasitas infiltrasi air sebesar 20â30%. Hal ini juga sekaligus membantu menurunkan risiko erosi dan longsor di wilayah tersebut. Â
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Ila Dhiama Warni, menyampaikan apresiasi atas aksi penanaman 1.000 pohon yang dilakukan oleh Nestlé Indonesia di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Berbagai bencana alam yang terjadi dalam tiga bulan terakhir menjadi pengingat bagi  semua akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, termasuk melalui langkah sederhana seperti menanam pohon.
Ia menututkan Kabupaten Batang masih memiliki sejumlah kawasan rawan longsor, sehingga aksi penanaman 1.000 pohon yang dilakukan oleh Nestlé Indonesia ini sangat membantu upaya pencegahan banjir dan longsor, khususnya di wilayah Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal.
âKami mengapresiasi inisiatif ini karena pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan ke depannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup,â ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Teguh Winarno. Ia menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam kegiatan reforestasi tersebut.
"Selaras dengan prioritas pemerintah dalam menghijaukan hutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan, kami sangat mengapresiasi upaya PT Nestlé Indonesia, khususnya melalui penanaman pohon dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan,â paparnya.
Menurut Winarno, dengan pelapisan tajuk yang lengkap, kualitas air meningkat, dan juga kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan masyarakat dapat menjadi lebih berdaya dan turut merasakan manfaat yang diperoleh. Pihaknya berharap upaya ini dapat menjadi teladan sinergi antara perusahaan swasta dan pihak pemerintah serta semakin banyak lagi ke depannya daerah resapan air di Jawa Tengah melalui kegiatan serupa.
Sesuai rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Nestlé Indonesia menanam pohon-pohon lokal seperti aren, trembesi, jambu air, dan jambu alas pada area tutupan hijau serta lereng rawan longsor seluas 2,5 hektare.
Inisiatif tersebut akan dilanjutkan dengan pendampingan selama enam bulan ke depan untuk memastikan pohon tumbuh sehat dan kokoh, sekaligus mendukung agenda BPBD Kabupaten Batang dalam upaya pencegahan longsor melalui pemulihan ekosistem.
âSaya bangga menjadi bagian dari program ini. Setiap pohon yang kami tanam bukan hanya menghijaukan bumi, tapi juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih baik.â ujar Nathan, salah satu karyawan PT Nestlé Indonesia yang turut berpartisipasi pada kegiatan ini.
Norman menambahkan Nestlé Indonesia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan upaya pelestarian lingkungan. Pihaknya  percaya bahwa menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan komitmen jangka panjang dan sinergi lintas sektor.
âMelalui #BersamaNestlé: Aksi Nyata Hijaukan Hutan, ke depannya kami berharap dapat terus berjalan dan berkolaborasi bersama pemerintah daerah sekaligus masyarakat dalam memulihkan ekosistem, memperkuat ketahanan lingkungan, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Komitmen ini akan terus kami jalankan sebagai bagian dari tanggung jawab Nestlé Indonesia dalam menciptakan manfaat bagi bumi dan generasi yang akan datang,â papar Norman.Â
Kegiatan reforestasi di Kabupaten Batang, merupakan bagian dari rangkaian inisiatif reforestasi Nestlé Indonesia yang sebelumnya dibuka melalui penanaman 1.000 tanaman bakau di Jawa Timur pada 11 Desember lalu.
- PT Nestle Indonesia
- Penanaman Pohon
- Kabupaten Batang
- reforestasi hutan
- CSR lingkungan
- mitigasi perubahan iklim
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Batang Catat Pertumbuhan Ekonomi 7,79%, Tertinggi Kedua di Jawa Tengah!
-
Penanaman pohon di kawasan Puncak Bogor
-
Program Gizi Nestle Indonesia Sukses Turunkan Prevalensi Underweight Anak Sebesar 22,5%
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
Program Mudik Gratis Batang Kembali Digelar, Antusiasme Warga Tinggi
-
Peluncuran Bear Brand Collagen & Vitamin C
-
Gubernur Pramono Siapkan 661 Bus Mudik Gratis Jakarta 2026, Kuota 26.500 Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.