Revitalisasi Kota Tua Harus Seiring Operasional MRT

Kamis, 18 Des 2025, 02:12 WIB

JAKARTA – Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno meninjau kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (17/12). Dalam peninjauan tersebut, Rano menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk menata dan merevitalisasi kawasan Kota Tua secara menyeluruh dan berkelanjutan, seiring rampungnya pembangunan stasiun MRT di kawasan tersebut.

Rano menegaskan peninjauan ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Jakarta dalam menggarap kawasan bersejarah tersebut. Menurutnya, Kota Tua memiliki nilai sejarah panjang sehingga penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pihak terkait.“Peninjauan ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Jakarta dalam menggarap Kota Tua. Kawasan ini memiliki sejarah panjang sehingga penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pihak terkait,” ujar Rano.

Ket. Foto: menjadi keindahan kota tua — Sumber: ist

Dia menjelaskan revitalisasi Kota Tua merupakan pekerjaan besar yang telah melalui proses panjang selama lebih dari satu dekade dan sempat mengalami jeda. Karena itu, penataan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dia membutuhkan kolaborasi lintas instansi serta pendekatan dari berbagai disiplin ilmu.

Rano menekankan revitalisasi Kota Tua harus berjalan seiring dengan pembangunan dan pengoperasian transportasi massal, khususnya MRT. Dia mengingatkan penataan kawasan tidak boleh tertinggal ketika MRT sudah mulai beroperasi.“Ini adalah titik awal. Ketika nanti stasiun MRT selesai dibangun, penataan Kota Tua harus berjalan bersamaan. Jangan sampai MRT sudah beroperasi, kawasan sekitarnya belum tertata. Itu sudah sangat terlambat,” tegasnya.

Menurut Rano, integrasi Kota Tua dengan berbagai moda transportasi akan menjadikan kawasan tersebut sebagai simpul aktivitas masyarakat. Berdasarkan data Galeri MRT, Stasiun Jakarta Kota saat ini melayani hampir 1,3 juta penumpang per hari.Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah sekitar 500.000 penumpang dari MRT. Ini belum termasuk pengguna TransJakarta. Dengan demikian, sekitar 2,5 juta orang diproyeksikan akan beraktivitas di kawasan Kota Tua setiap harinya.

“Potensi yang sangat besar ini harus diatur dan dikelola dengan baik agar Kota Tua dapat dinikmati secara nyaman oleh semua pihak,” jelas Rano.Dalam penataan kawasan, Pemprov Jakarta juga menyiapkan pengaturan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pedagang kaki lima (PKL). Area parkir dan ruang usaha akan ditata agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi kawasan bersejarah.

“Kalau semua ini sudah terwujud, harus diatur dengan baik. Jika tidak, kawasan ini tidak akan bisa kita nikmati bersama,” imbuhnya.Lebih lanjut, Rano menyampaikan Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menugaskannya secara khusus untuk memimpin upaya revitalisasi Kota Tua. Ke depan, Pemprov Jakarta akan membentuk kelembagaan khusus serta menyusun pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antarinstansi.

“Kami akan menindaklanjuti dengan pembentukan kelembagaan dan menyusun secara jelas siapa bertanggung jawab atas apa. Ini sedang dan akan terus kami susun sebagai bagian dari keseriusan revitalisasi Kota Tua,” pungkas Rano.

  • Kawasan Kota Tua

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.