Usia Bukan Penghalang, Puluhan Lansia di Sorong Resmi Lulus Sekolah Lansia

Rabu, 17 Des 2025, 16:02 WIB

SORONG - Sebanyak 43 orang lanjut usia (Lansia) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, resmi diwisuda setelah menuntaskan pendidikan Standar 1 Sekolah Lansia, program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga) Perwakilan Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

Kelulusan 43 orang lansia itu
ditandai dengan acara wisuda yang dilaksanakan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Papua Barat di Gedung Lamber Jitmau Kota Sorong, Rabu (17/12/2025).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Philmona Maria Yarollo di Sorong, Rabu, menjelaskan bahwa wisuda tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat para lansia yang telah menuntaskan proses pembelajaran di Sekolah Lansia yang dibentuk di Kota Sorong.

“Wisuda ini merupakan momentum berharga untuk memberikan penghargaan kepada para lansia yang telah dengan penuh semangat mengikuti dan menyelesaikan proses pembelajaran,” ujarnya.

Sebanyak 43 lansia tersebut merupakan peserta dari Sekolah Lansia Bethel yang berlokasi di Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur, serta Sekolah Lansia Lucia di Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota.

Philmona menjelaskan, Sekolah Lansia merupakan bagian dari program Quick Win Kemendukbangga/BKKBN melalui SIDAYA, yang bertujuan memperkuat keluarga sebagai tempat terbaik bagi lansia. Program ini dikembangkan melalui kegiatan Bina Keluarga Lansia dan inovasi Sekolah Lansia agar lansia tetap bahagia di usia emas.

Ia menambahkan, perubahan struktur penduduk menuju aging population menjadi tantangan sekaligus peluang, termasuk di Papua Barat yang mulai mengalami peningkatan jumlah penduduk lanjut usia.

"Karena itu, BKKBN berupaya mendorong lansia tidak hanya berumur panjang, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang baik," ujarnya.

Melalui Sekolah Lansia, peserta dibekali pengetahuan tentang kesehatan, gizi, spiritualitas, sosial, ekonomi, dan psikologi yang terangkum dalam tujuh dimensi lansia tangguh.

Pendekatan ini, kata dia, dinilai mampu meningkatkan kesadaran kesehatan, kepercayaan diri, kemandirian, serta peran aktif lansia dalam keluarga dan masyarakat.

Philmona menegaskan bahwa wisuda Standar 1 bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pembelajaran berkelanjutan.

"Lulusan Standar 1 dapat melanjutkan ke Standar 2 dengan fokus penguatan kemandirian dan aktivitas sosial, serta Standar 3 yang menitikberatkan pada pemberdayaan dan produktivitas lansia sesuai potensi masing-masing," bebernya.

Selain itu, para lulusan juga tetap didorong aktif dalam kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL), Posyandu Lansia, pemeriksaan kesehatan rutin, serta kegiatan ekonomi produktif seperti kerajinan dan UMKM sesuai kemampuan.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para peserta wisuda, pengelola kelompok BKL, kader, tenaga pendidik, serta Pemerintah Kota Sorong dan seluruh mitra yang telah mendukung penyelenggaraan Sekolah Lansia.

“Para lansia telah membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia dan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda,” kata Philmona.

Sejak 2024, Kemendukbangga/BKKBN telah membangun 10 sekolah lansia, antara lain dua sekolah ada di Kota Sorong, kabupaten sorong dua sekolah dan Sorong Selatan pun terdapat dua sekolah.

Ket. Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Philmona Maria Yarollo mewisudakan 43 lansia di Kota Sorong, Rabu (17/12). — Sumber: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu

  • sorong
  • bkkbn
  • lansia
  • sekolah lansia

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.