Listrik Aceh Kembali Terhubung! PLN Sambungkan Backbone Sumatera Pasca Bencana

Rabu, 17 Des 2025, 15:55 WIB

JAKARTA - PT PLN (Persero) berhasil menghubungkan kembali sistem kelistrikan Aceh dengan backbone kelistrikan Sumatera setelah memulihkan jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa yang sempat terputus akibat banjir dan longsor.

“Tersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan–Langsa adalah titik penting dalam pemulihan kelistrikan Aceh. Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatera–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya, dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: PLN juga memodifikasi alat berat atau 'crane' menjadi tower darurat untuk mengganti salah satu tower yang terdampak bencana di jalur transmisi 150 kV Pangkalan Brandan-Langsa. — Sumber: ANTARA/HO-PLN

Jaringan transmisi Pangkalan Brandan–Langsa sempat terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera bagian utara pada penghujung November lalu. Putusnya jaringan tersebut menyebabkan sistem kelistrikan Aceh terisolir dari backbone sistem kelistrikan Sumatera.

Keberhasilan pemulihan jaringan transmisi Pangkalan Brandan–Langsa tercatat pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB.

Pemulihan interkoneksi tersebut dilakukan melalui pembangunan tower darurat pada sejumlah titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor, sehingga jalur Pangkalan Brandan–Langsa dapat kembali difungsikan secara aman.

Dirinya melanjutkan, setelah jaringan transmisi berhasil tersambung, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya.

Proses ini membuat sistem kelistrikan Aceh berangsur-angsur pulih. Untuk pengoperasian yang optimal, dibutuhkan durasi sekitar 48 jam ke depan melalui proses pemanasan, sinkronisasi dengan sistem, serta pengujian kinerja.

Tahapan ini menjadi prasyarat sebelum sistem dapat dibebani lebih lanjut agar aliran listrik tetap andal dan tidak memicu gangguan lanjutan.

“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan dapat menopang sistem secara andal,” ujarnya.

Selanjutnya, pasokan listrik akan secara bertahap disalurkan ke jaringan distribusi melalui 20 unit gardu induk, 558 unit penyulang, dan 15.717 unit gardu distribusi yang melayani masyarakat di seluruh wilayah Aceh.

Untuk mendukung seluruh proses pemulihan, lebih dari 1.600 petugas PLN masih terus bersiaga hingga pemulihan listrik pascabencana di Aceh dapat dituntaskan.

Darmawan juga menjelaskan bahwa di sejumlah wilayah Aceh masih terdapat genangan lumpur dan air pascabencana, sehingga penormalan jaringan listrik dilakukan dengan kehati-hatian agar tidak membahayakan masyarakat.

Tidak hanya itu, Darmawan juga memohon maaf sekaligus memohon dukungan dari masyarakat Aceh dalam upaya memulihkan kelistrikan.

“Kami memahami betul ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat pascabencana. Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Aceh agar seluruh tahapan pemulihan kelistrikan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,” kata Darmawan.

  • pln
  • banjir dan longsor
  • listrik aceh
  • bencana sumatra
  • backbone sumatera

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.