Jelang Nataru, Sleman Pastikan BBM dan LPG Aman untuk Kebutuhan Warga dan Wisatawan
Rabu, 17 Des 2025, 10:30 WIBSLEMAN - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan pemantauan ketersediaan bahan bakar minyak dan gas LPG di sejumlah titik distribusi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan arus wisatawan yang diperkirakan memadati wilayah Sleman selama libur akhir tahun.
Pemantauan dilaksanakan pada Selasa (16/12) di SPBU 44.552.04 Adisutjipto serta Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Bokoharjo, Prambanan. Selain mengecek ketersediaan stok, kegiatan ini juga difokuskan pada akurasi takaran BBM guna melindungi konsumen dari potensi kerugian.
Melalui UPTD Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, pemerintah daerah melakukan uji tera alat pengisian BBM di SPBU. Pengujian tersebut bertujuan memastikan pompa ukur berfungsi sesuai standar, meminimalkan potensi kecurangan, serta memberikan tanda tera sah secara berkala sebagai jaminan kepastian bagi konsumen.
Kegiatan pemantauan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Ia menyampaikan bahwa pengecekan stok BBM dan LPG menjelang Nataru merupakan agenda rutin tahunan Pemkab Sleman, mengingat tingginya permintaan pada periode akhir dan awal tahun.
âBerdasarkan pemantauan ketersedian di dua titik, stok BBM dan LPG terpantau aman jelang Nataru. Pemkab Sleman meminta kerja sama dengan Pertamina terkait pemantauan takaran dan stok bahan bakar yang berada di wilayah Sleman untuk mengantisipasi frekuensi demand tinggi, agar tidak terjadi keterlambatan pengisian stok bahan bakar dan LPG,â jelas Danang.
Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM dan LPG secara bijak serta tidak melakukan panic buying. Menurutnya, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan BBM dan LPG bersubsidi tetap tercukupi selama libur Natal dan Tahun Baru.
âDengan adanya pengawasan yang ketat dan transparan, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kecurangan dalam takaran bahan bakar, karena pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga keadilan dan kepuasan konsumen,â kata Danang.
Untuk alokasi tahun 2025, ketersediaan Pertalite di Kabupaten Sleman tercatat sebesar 221.989 kiloliter dan Solar 64.551 kiloliter. Harga BBM bersubsidi juga tidak mengalami perubahan sepanjang Januari hingga Desember 2025, yakni Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Solar.
Saat ini, sebanyak 50 SPBU dan 36 Pertashop di wilayah Sleman telah melalui proses tera dan dinyatakan siap melayani kebutuhan masyarakat. Pemkab Sleman berharap pengawasan distribusi dan takaran BBM serta LPG ini dapat menjaga rasa aman konsumen sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata selama periode Nataru.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Isu Energi Global Memanas, DEN Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
-
Menteri PU Targetkan Perbaikan Jalan Nasional di Jatim Rampung H-10 Lebaran
-
Pemkab Temanggung Dapat Tambahan 171.900 Tabung LPG 3 Kg Selama Ramadan
-
Selepas Libur Panjang, Harga BBM di SPBU Masih Bertahan Stabil.
-
BMKG Kotim Prakirakan Cuaca di Musim Mudik 2026 Aman
-
Kebutuhan elpiji tahun 2026-2027 mencapai 10 juta ton
-
Pemkot Singkawang Targetkan Rumah Subsidi bagi 8.174 MBR yang Belum Miliki Hunian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.