Kemenag dan Kemenkop Kerja Sama Pembentukan Koperasi Pesantren hingga Masjid
Selasa, 16 Des 2025, 13:48 WIBJAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) menandatangani nota kerja sama pembentukan koperasi di lingkungan pondok pesantren, masjid, madrasah, hingga perguruan tinggi keagamaan, sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan penguatan ekonomi umat melalui koperasi dapat menjadi kekuatan besar apabila seluruh ekosistem keagamaan terlibat secara aktif dan terintegrasi.
âKalau seluruh pondok pesantren, madrasah, masjid, dan rumah ibadah, bisa kita lakukan koperasi di balik itu, maka kekuatan ekonomi umat akan sangat hebat,â ujar Menag Nasaruddin saat Rakernas Kemenag di Tangerang, Banten, Selasa (16/12).
Kemandirian ekonomi umat, lanjutnya, diharapkan mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan, sehingga peran negara melalui pajak dapat lebih difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dan kemaslahatan bangsa.
Sementara itu Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan kedua kementerian telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendorong pendirian dan pengembangan koperasi di lingkungan Kemenag.
âDalam nota kesepahaman ini kami mendorong pondok pesantren dan masjid-masjid agar membentuk koperasi. Perkembangan koperasi pesantren di Indonesia saat ini sangat cepat dan sudah banyak yang modern serta mampu bersaing,â katanya.
Ferry menjelaskan Kemenkop telah melakukan pendampingan, inkubasi, hingga pembiayaan terhadap koperasi pesantren di berbagai daerah, baik di Jawa maupun luar Jawa. Koperasi tersebut dinilai memberikan manfaat besar tidak hanya bagi anggota, tetapi juga masyarakat sekitar.
Menurut dia, keberhasilan serupa juga berpeluang diterapkan pada masjid dan madrasah melalui pendirian koperasi masjid. Selain itu kerja sama tersebut juga melibatkan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di lingkungan Kemenag untuk mendukung operasional koperasi melalui program magang dan kerja praktik tematik.
âKami ingin perguruan tinggi ikut mendampingi operasionalisasi koperasi desa dan Koperasi Merah Putih. Partisipasi seluruh perguruan tinggi sangat kami harapkan,â ujar Menkop.
Ferry menyebutkan beberapa koperasi pesantren di Jawa Timur dan Jawa Barat bahkan telah memiliki aset dan omzet hingga triliunan rupiah, seperti Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri, Sunan Drajat, Nurul Jadid, dan Al-Ittifaq.
Sebagai tindak lanjut, Kemenkop bersama Kemenag akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi 120 koperasi pesantren di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diharapkan mempercepat pengembangan koperasi pesantren di berbagai daerah pasca-penandatanganan MoU.
âKami optimistis sinergi Kementerian Koperasi dan Kementerian Agama ini menjadi terobosan yang bermanfaat bagi umat dan rakyat Indonesia,â kata Menkop Ferry Juliantono.
Berita Terkait:
-
Kemenag: Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 Digelar 19 Maret, Gandeng BMKG dan BRIN
-
Jalur Ponorogo–Pacitan Tersendat akibat 11 Titik Longsor
-
Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Pejagan-Tegal
-
Koperasi Disiapkan Jadi Rumah Dagang Baru bagi UMKM
-
Siaga 1, Komisi I DPR: Bentuk Komitmen Kuat Jaga Keamanan
-
Diduga Produksi Petasan, Dua Pelajar Tulungagung Diamankan Polisi
-
Sterilisasi masjid di Palu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.