Borobudur dan Kolaborasi Thai Silk–Batik Dibahas dalam Pertemuan KADIN DIY - KBRI Bangkok

Selasa, 16 Des 2025, 17:25 WIB

BANGKOK – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong penguatan kerja sama pariwisata dan budaya Indonesia–Thailand melalui pengembangan wisata religi Borobudur serta kolaborasi fesyen berbasis warisan budaya antara Thai Silk dan batik Indonesia.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan delegasi KADIN DIY dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, di sela keikutsertaan pada International Water Association (IWA) – Water and Development Congress & Exhibition. Pertemuan tersebut memetakan potensi kolaborasi pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada destinasi, tetapi juga pada pengalaman budaya dan industri kreatif.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup dan Konservasi KADIN DIY periode 2020–2025 Rahadi Saptata Abra menyampaikan bahwa Candi Borobudur memiliki posisi strategis sebagai ikon wisata religi Buddha dunia. Selain rutin menjadi lokasi perayaan Waisak internasional, Borobudur juga diproyeksikan sebagai destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan mancanegara dalam jumlah besar, khususnya dari negara-negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha seperti Thailand.

Menurut Rahadi, pengemasan wisata religi yang terstruktur dan berkelanjutan berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas, tidak hanya bagi Yogyakarta tetapi juga wilayah sekitar Borobudur. Penguatan konektivitas dan promosi budaya dinilai akan meningkatkan lama tinggal wisatawan serta memperkaya pengalaman kunjungan.

Selain destinasi religi, kerja sama pariwisata juga diarahkan pada pengembangan wisata budaya berbasis industri kreatif. Ketua Umum Indonesia–Thailand Chamber of Commerce Hardy Chandra menyampaikan peluang kolaborasi antara Thai Silk dan batik Indonesia sebagai bagian dari promosi wisata budaya kedua negara.

Kolaborasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan produk fesyen bernilai tinggi, tetapi juga dikemas sebagai atraksi wisata, seperti peragaan busana, pameran budaya, dan agenda promosi bersama. Pendekatan ini diharapkan mampu menarik wisatawan yang memiliki minat pada budaya, fesyen, dan warisan tradisi.

Sebagai langkah awal, peragaan busana kolaboratif Thai Silk–Batik direncanakan digelar pada Februari 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana promosi wisata budaya sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi berbasis budaya dan kreativitas di tingkat internasional.

Perwakilan KBRI Bangkok menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan diplomasi budaya Indonesia–Thailand agar berbagai inisiatif pariwisata tersebut dapat ditindaklanjuti secara konkret dan memberi manfaat bagi kedua negara.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.